Pelaku Pariwisata Buleleng Siapkan Strategi Hadapi Dampak Konflik Global
- 21 Mar 2026 18:30 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pariwisata Buleleng
- Konflik Global
RRI.CO.ID, Singaraja – Pelaku industri pariwisata di Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan di tengah dampak konflik Timur Tengah yang memicu penurunan kunjungan.
Ketua BPC PHRI Buleleng, Dewo Ketut Suwardipa, mengatakan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menghadapi situasi ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan penawaran harga khusus tanpa mengurangi kualitas layanan.
“Kami akan membuat promo dan diskon menarik, namun tetap menjaga kualitas. Selain itu, event-event juga harus terus digelar untuk menarik wisatawan,” ujarnya.
Di sisi lain, pelaku pariwisata juga mendorong pemerintah untuk aktif melakukan kampanye bahwa Buleleng tetap aman dan layak dikunjungi. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional.
Wakil Ketua Bidang Promosi PHRI Buleleng, Dwi Darmawijaya, menyebut pihaknya juga mulai melakukan diversifikasi pasar wisatawan. Jika sebelumnya bergantung pada pasar Eropa, kini mulai menyasar wisatawan dari Australia, Asia, dan domestik.
“Kami menggarap pasar Australia, China, Malaysia, Singapura, India, serta wisatawan domestik melalui promosi dan roadshow ke berbagai kota seperti Jakarta dan Bandung,” ucapnya.
Selain itu, pelaku industri juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk peningkatan promosi destinasi serta perbaikan infrastruktur, termasuk akses transportasi darat dan penyeberangan.
Masyarakat juga diharapkan turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan destinasi wisata.
“Pariwisata bukan hanya soal hotel dan restoran, tapi berdampak luas pada ekonomi masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan tenaga kerja,” kata Dewo.
Para pelaku pariwisata berharap konflik global segera berakhir agar sektor pariwisata dapat kembali pulih dan mendorong perputaran ekonomi di Bali, khususnya Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....