Hari Raya Nyepi, Kedamaian dalam Keheningan Total

  • 19 Mar 2026 17:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Hari ini Kamis, 19 Maret 2026 umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Berbeda dengan perayaan Tahun Baru masehi yang penuh dengan pesta dan kembang api, masyarakat Hindu Indonesia merayakan pergantian Tahun Baru Saka dengan cara yang unik yakni kesunyian total.

Hari Raya Nyepi bukan sekadar hari libur tetapi momen sakral untuk introspeksi diri dan pemurnian alam semesta. Secara etimologi, Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau senyap.

Perayaan ini memiliki makna mendalam sebagai waktu untuk refleksi diri yakni mengevaluasi perjalanan hidup setahun terakhir dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Selain itu juga untuk penyucian jiwa yaitu membersihkan diri dari dosa, pikiran negatif, dan hawa nafsu.

Tak hanya itu, perayaan Nyepi juga bertujuan untuk menyeimbangkan alam. Hal itu bermakna memulihkan harmoni antara manusia, alam sekitarnya dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Sang Pencipta).

Dalam pelaksanaan Nyepi, umat Hindu akan menjalankan Catur Brata Penyepian atau Empat Pantangan. Umat Hindu melaksanakan empat pantangan utama selama 24 jam mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Catur Brata Penyepian itu terdiri dari:

1. Amati Geni: Tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk lampu.

2. Amati Karya: Tidak bekerja atau beraktivitas fisik.

3. Amati Lelungan: Tidak bepergian keluar rumah.

4. Amati Lelanguan: Tidak mencari hiburan atau bersenang-senang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....