FKUB Buleleng Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Nyepi dan Idul Fitri yang Beririsan
- 12 Mar 2026 16:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ketua FKUB Kabupaten Buleleng, I Gde Made Metera, menjelaskan bahwa meskipun kedua hari raya tidak berlangsung pada hari yang sama, waktunya beririsan sehingga memerlukan kesepakatan bersama agar pelaksanaan ibadah masing-masing umat dapat berjalan dengan khidmat.
Menurutnya, Hari Raya Nyepi diperkirakan jatuh pada 19 Maret 2026, sementara Idul Fitri diperkirakan pada 20 atau 21 Maret 2026, menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Kondisi ini berpotensi membuat malam takbiran umat Islam berdekatan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
“Terkait dengan dua hari raya besar yang waktunya beririsan ini, yang terpenting adalah bagaimana kita mewujudkan harmoni kehidupan beragama di Bali dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati, dan toleransi yang tinggi,” ujar Gde Made Metera.
Untuk menjaga keharmonisan tersebut, FKUB bersama enam majelis agama di Kabupaten Buleleng telah menyepakati sejumlah aturan yang dituangkan dalam surat edaran bersama.
Kesepakatan itu menekankan pelaksanaan ibadah dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati, serta menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Dalam kesepakatan tersebut, umat Islam dipersilakan melaksanakan persiapan Idul Fitri, termasuk kegiatan ibadah di masjid atau musala. Namun pelaksanaannya diimbau dilakukan secara sederhana, seperti menggunakan penerangan terbatas dan tidak memakai pengeras suara agar tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan Catur Brata Penyepian.
“Umat Islam dipersilakan melakukan persiapan hari raya di rumah masing-masing, tetapi dengan tidak menggunakan pengeras suara dan tetap menjaga ketenangan agar umat Hindu dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk,” ujarnya.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan mendatangi tempat ibadah terdekat dengan berjalan kaki guna menjaga ketenangan suasana selama Nyepi berlangsung.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, unsur pengamanan juga dilibatkan dari berbagai pihak. Dari unsur Hindu terdapat pecalang yang berkoordinasi dengan desa adat, sementara dari unsur umat Islam melibatkan Banser Nahdlatul Ulama dan Kokam Muhammadiyah.
Seluruh unsur tersebut juga didampingi aparat keamanan seperti Babinsa dari TNI serta Bhabinkamtibmas dari Kepolisian yang bertugas di masing-masing desa.
Made metera menyatakan koordinasi lintas sektor sudah dilakukan melalui berbagai rapat bersama, termasuk dengan pihak kepolisian untuk memastikan kesiapsiagaan pengamanan menjelang dua perayaan besar tersebut.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat memahami dan melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat bersama ini sehingga pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berjalan aman, damai, dan penuh toleransi,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami dan menjalankan kesepakatan bersama yang telah disosialisasikan hingga tingkat desa melalui berbagai jalur, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, hingga media massa.
Menurutnya, dengan komitmen bersama tersebut, pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri di Buleleng dapat berjalan dengan aman, damai, dan tetap mencerminkan nilai toleransi yang menjadi ciri kehidupan masyarakat Bali.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....