BIRF Kembali Digelar di Buleleng, Satukan Budaya Enam Negara

  • 12 Mar 2026 06:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Buleleng kembali menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia melalui penyelenggaraan Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu 11 Maret 2026. Festival ini menghadirkan delegasi seni dari enam negara yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan musik ritmis khas masing-masing daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang persahabatan dan dialog budaya antarbangsa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat Buleleng merasa bangga karena kembali dipercaya menjadi tuan rumah festival internasional tersebut. Menurutnya, kehadiran para delegasi dari berbagai negara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya Buleleng kepada dunia. Selain itu, festival ini juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan persahabatan melalui seni dan budaya.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Buleleng, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi yang hadir. Kami merasa terhormat dapat menyambut sahabat-sahabat dari enam negara yaitu Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Filipina, Taiwan, dan Indonesia yang datang untuk berbagi budaya di Buleleng,” ujar Wisandika.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut. Dukungan datang dari instansi pemerintah, lembaga internasional, komunitas seni, hingga lembaga pendidikan yang terlibat dalam kegiatan ini. Beberapa di antaranya seperti IOV Indonesia, UNESCO, Sanggar Selisari Budaya, Universitas Pendidikan Ganesha, serta berbagai sekolah yang turut berpartisipasi.

Wisandika berharap para delegasi dapat menikmati pengalaman budaya selama berada di Buleleng. Ia juga berharap hubungan yang terjalin melalui festival ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Kami berharap para delegasi menikmati waktu selama berada di Buleleng dan suatu saat dapat kembali berkunjung. Mulai hari ini kami menganggap para delegasi sebagai duta Buleleng yang akan membawa cerita tentang daerah ini ke negara masing-masing,” katanya.

Sementara itu, President IOV Indonesia, Andris Adhitra, menjelaskan bahwa BIRF merupakan festival yang lahir dari semangat masyarakat Buleleng untuk membuka diri terhadap dunia. Festival ini pertama kali digelar pada Maret 2025 dan sejak saat itu berkembang menjadi ruang pertemuan budaya yang mempertemukan seniman dari berbagai negara. Menurutnya, keterbukaan masyarakat Buleleng menjadi salah satu alasan daerah ini layak menjadi tuan rumah festival internasional.

“Di tengah situasi dunia yang masih diwarnai berbagai konflik, seni dan budaya menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan manusia. Melalui festival ini, kita menunjukkan bahwa perbedaan bahasa, warna kulit, dan budaya bukanlah penghalang untuk saling memahami dan membangun persahabatan,” ujar Andris.

Ia menambahkan masyarakat Buleleng patut berbangga karena festival ini digagas oleh putra-putri daerah yang memiliki komitmen memperkenalkan daerahnya ke dunia. Menurutnya, Buleleng memiliki kekayaan budaya dan keindahan alam yang layak dikenal oleh masyarakat internasional. Melalui festival ini, diharapkan semakin banyak orang mengetahui potensi budaya yang dimiliki Bali Utara.

Festival seni budaya dunia yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Buleleng sebagai destinasi budaya internasional. Selain menjadi ruang pertunjukan seni, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dan nilai kemanusiaan antarbangsa. Dengan semangat kebersamaan, BIRF diharapkan terus berkembang sebagai simbol persahabatan dunia melalui seni dan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....