Usai Serang Warga, Anjing Liar di Pasar Buleleng Diuji Rabies

  • 09 Mar 2026 11:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng bergerak cepat menangani kasus anjing liar yang menggigit sejumlah warga di kawasan Pasar Buleleng, Minggu 8 Maret 2026 pagi. Anjing tersebut diduga terinfeksi rabies setelah menunjukkan perilaku agresif dan menyerang warga secara acak.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dokter hewan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan bahwa anjing liar tersebut telah berhasil dieliminasi oleh masyarakat bersama pecalang setempat. Tim dokter hewan kemudian mengambil sampel bagian kepala anjing untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

“Kami dari Dinas Pertanian langsung meluncur ke lokasi bersama dokter hewan. Anjing tersebut sudah dieliminasi oleh masyarakat dan kami mengambil sampel otaknya untuk dibawa ke laboratorium BBVet Denpasar,” ujar Melandrat.

Ia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah anjing tersebut benar-benar terinfeksi rabies atau tidak. Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Menurut Melandrat, perilaku anjing tersebut yang menggigit siapa saja yang berpapasan menjadi salah satu indikasi kuat kemungkinan terjangkit rabies.

“Kalau kita lihat dari ciri-cirinya memang mengarah ke rabies. Tidak mungkin anjing yang sehat bertindak sebrutal itu dengan menggigit siapa saja yang ditemuinya,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan sekitar. Jika menemukan hewan dengan perilaku mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani.

Selain itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kelurahan serta desa adat setempat untuk membahas langkah penanganan anjing liar di wilayah tersebut.

“Kami akan duduk bersama dengan kelurahan dan desa adat untuk membahas langkah penanganannya, apakah melalui vaksinasi massal atau langkah pengendalian populasi anjing liar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....