BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Bali
- 07 Mar 2026 08:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi potensi cuaca buruk masih akan terjadi di wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di Bali saat ini dipengaruhi oleh massa udara basah yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase dua turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di kawasan Bali dan sekitarnya. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain faktor dinamika atmosfer, Bali juga sedang berada pada puncak musim hujan. Kondisi ini membuat potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih cukup tinggi di sebagian wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir, genangan air, hingga tanah longsor.
Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, mengatakan sebagian besar wilayah Bali masih berpotensi diguyur hujan. Ia menyebutkan hujan dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dan berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai di wilayah Bali bagian tengah dan selatan.
“Wilayah Bali masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali, khususnya Bali bagian tengah dan selatan,” ujar Dedy, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menambahkan fenomena cuaca tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Potensi yang perlu diwaspadai antara lain genangan air, banjir, hingga angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat beraktivitas di luar rumah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan agar mewaspadai potensi gelombang laut yang cukup tinggi. Di sejumlah perairan Bali, terutama perairan selatan, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai dua meter atau lebih. Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran maupun penangkapan ikan di laut.
Selain itu, BMKG turut memantau perkembangan beberapa bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia. Bibit siklon tropis 92P diperkirakan masih berada di daratan Australia bagian utara dengan pergerakan ke arah timur. Sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan selatan Nusa Tenggara Timur hingga Maluku bagian selatan.
Sementara itu, bibit siklon tropis 93S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa dengan pergerakan ke arah barat. Selain itu, terdapat pula bibit siklon tropis 95W yang diperkirakan terbentuk di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. Ketiga sistem tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....