Kalpataru Bonsai 2026 Dongkrak Ekonomi dan Promosikan Buleleng

  • 05 Mar 2026 07:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Kalpataru Bonsai Buleleng 2026 kembali menjadi magnet dalam rangkaian peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja. Kegiatan yang digelar pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026 di RTH Taman Bung Karno Singaraja ini menghadirkan ratusan karya bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni tanaman, tetapi juga menjadi daya tarik bagi penghobi bonsai dari berbagai provinsi.

Sebanyak 518 bonsai dari berbagai jenis dipamerkan dan dikonteskan dalam kegiatan tersebut. Jenis bonsai yang ditampilkan di antaranya ficus atau beringin, asoka, sianci, saeng simbur, serut, sisir, kaliaga, sancang dan berbagai jenis lainnya. Kehadiran ratusan bonsai ini memperlihatkan keragaman karya serta kreativitas para seniman bonsai di Indonesia.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat membuka secara resmi kontes dan pameran nasional Kalpataru Bonsai 2026 di RTH Taman Bung Karno Singaraja, Rabu 4 Maret 2026, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak pendukung atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah penting bagi para penghobi dan seniman bonsai untuk menampilkan karya terbaiknya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.

“Kami berikan ruang dan wadah bagi para seniman dan penghobi bonsai dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai salah satu pusat perkembangan seni bonsai di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Buleleng I Ketut Yoga Saputra melaporkan bahwa sebanyak 518 bonsai yang dikonteskan dan dipamerkan terdiri dari berbagai jenis unggulan. Penilaian terhadap bonsai dilakukan oleh dewan juri profesional yang memiliki pengalaman di bidang seni bonsai nasional. Proses penilaian tersebut dilakukan secara objektif berdasarkan kualitas, keunikan, serta nilai artistik dari setiap bonsai yang ditampilkan.

Kategori penghargaan dalam kontes ini meliputi Best 10 terbaik di masing-masing kelas, yakni kelas Utama, Madya, Pratama dan Bahan. Selain itu terdapat penghargaan Best in Show sebagai bonsai terbaik dari seluruh peserta pameran. Sementara untuk kategori Best Spesies diberikan kepada pohon lokal Indonesia terbaik yang dinilai memiliki karakter dan kualitas unggulan.

Para pemenang dalam kontes tersebut memperoleh piagam dan piala penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya dan dedikasi dalam seni bonsai. Selain itu, panitia juga menyiapkan door prize menarik berupa sepeda motor dan sepeda listrik. Hadiah tersebut bersumber dari dukungan CSR serta sumbangan dari anggota komunitas bonsai yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Lebih lanjut dikatakan, event yang secara konsisten masuk dalam rangkaian HUT Kota Singaraja sejak tahun 2023 hingga 2026 ini tidak hanya menampilkan karya seni tanaman bernilai tinggi. Kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah memberikan peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

“Peserta dan penghobi yang datang dari berbagai provinsi tentu membutuhkan akomodasi, konsumsi, serta berbagai kebutuhan lainnya. Hal ini menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sekitar kawasan Taman Bung Karno dan wilayah Buleleng secara umum,” ungkapnya.

Keistimewaan Kalpataru Bonsai Buleleng juga terletak pada kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan lokasi pameran yang strategis di jantung Kota Singaraja. Selain menikmati pameran bonsai, para penghobi juga berburu berbagai perlengkapan bonsai seperti pot, kawat, media tanam, pupuk hingga bibit bonsai. Sebagian besar perlengkapan tersebut disediakan oleh petani dan pedagang lokal Buleleng sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Momentum ini sekaligus mengangkat nama Buleleng sebagai salah satu barometer perkembangan bonsai di Indonesia. Melalui kegiatan ini, seni bonsai tidak hanya menjadi hobi semata, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

“Dengan dukungan penuh Bupati Buleleng beserta jajarannya dan unsur Forkopimda, Kalpataru Bonsai Buleleng 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Singaraja sebagai kota bersejarah yang kreatif, produktif, dan berdaya saing nasional. Semarak HUT ke-422 Kota Singaraja pun terasa semakin hidup bukan hanya sebagai perayaan sejarah, tetapi juga sebagai panggung kolaborasi seni, lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Bumi Panji Sakti,” pungkasnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....