BGN Petakan Blank Spot MBG, Tigawasa hingga Mayong

  • 04 Mar 2026 08:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng memetakan sejumlah wilayah yang belum terjangkau Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa desa di wilayah pegunungan dan pesisir masih membutuhkan tambahan SPPG. Pemetaan ini menjadi dasar perluasan layanan tahun 2026.

Koordinator BGN Buleleng, Rusdianto, menyebut daerah Tigawasa menjadi salah satu prioritas karena karakteristiknya terpencil. Selain itu, wilayah Madenan dan Sudaji juga masih memerlukan penambahan fasilitas. Beberapa blank spot lain berada di Mayong hingga Kayu Putih.

“Untuk daerah Tigawasa memang perlu satu SPPG khusus. Di Madenan dan Sudaji juga masih belum tercover maksimal,” ujarnya Rabu 4 Maret 2026.

Di wilayah Seririt, blank spot masih ditemukan di daerah Mayong bagian atas hingga Kayu Putih. Sementara di Kecamatan Banjar, wilayah seperti Munduk dan sekitarnya juga masih membutuhkan tambahan layanan. Di kawasan kota Singaraja pun masih terdapat sekolah yang belum tercakup.

“Di kota juga masih cukup banyak yang belum tercover. Kita rekap sampai dini hari pun masih ada ribuan siswa belum terlayani,” jelas Rusdianto.

Untuk mengatasi keterbatasan, BGN membuka kemungkinan pembangunan SPPG berkapasitas kecil. Fasilitas desa atau kantin sekolah juga bisa dimodifikasi sesuai standar dapur gizi. Langkah ini dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau wilayah terpencil.

“Ke depan bisa saja menggunakan fasilitas desa atau kantin sekolah yang dimodifikasi menjadi SPPG. Yang penting memenuhi standar,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....