Disnaker Jembrana Imbau Pekerja Migran Waspada di Negara Konflik

  • 01 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bali, khususnya Jembrana, yang bekerja maupun menjalani program magang di sejumlah negara terdampak situasi di sekitar Iran agar meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, saat dikonfirmasi Minggu, 1 Maret 2026 mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) guna memantau perkembangan kondisi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurut Mirah, BP3MI juga berkomunikasi aktif dengan perwakilan RI di luar negeri, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara-negara terdampak, seperti Uni Emirat Arab, Turki, dan wilayah lain yang berdekatan dengan area konflik.

“Kami terus berkoordinasi dengan BP3MI dan KJRI di sana. PMI diimbau untuk membatasi aktivitas di luar tempat tinggal maupun tempat kerja, serta selalu mengikuti arahan resmi dari perwakilan pemerintah Indonesia,” ujar Mirah.

Selain itu, Disnakerin Jembrana juga melakukan pendataan terhadap PMI asal Bali, khususnya dari Jembrana, sebagai langkah antisipasi jika diperlukan upaya pemulangan.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah dan lokasi para pekerja migran, sehingga pemerintah daerah dapat bergerak cepat apabila situasi memburuk.

“Data ini penting sebagai dasar jika sewaktu-waktu dibutuhkan langkah evakuasi atau pemulangan. Kami ingin memastikan seluruh PMI asal Jembrana dalam kondisi terpantau,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar menunda rencana keberangkatan ke wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak konflik. Disnakerin bersama BP3MI akan melakukan langkah pencegahan agar tidak ada penempatan tenaga kerja ke daerah yang dinilai rawan.

Mirah menegaskan, keselamatan PMI menjadi prioritas utama. Ia juga meminta keluarga PMI di Jembrana tetap tenang dan aktif berkomunikasi dengan anggota keluarga yang berada di luar negeri, serta segera melapor ke Disnakerin jika membutuhkan informasi atau pendampingan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memantau perkembangan situasi internasional dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan perlindungan maksimal bagi PMI asal Jembrana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....