Jelang Mudik, Perbaikan Jalur Denpasar–Gilimanuk Dimulai

  • 11 Feb 2026 14:04 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Arus lalu lintas di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, wilayah Kabupaten Jembrana, diberlakukan sistem buka tutup menyusul dimulainya perbaikan sejumlah titik ruas jalan nasional. Penanganan ini difokuskan pada jalur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan dan kerap dijuluki “jalur tengkorak”.

Perbaikan dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Secara keseluruhan, terdapat 36 titik kerusakan yang ditangani, membentang dari Antosari, Kabupaten Tabanan hingga Cekik, Gilimanuk, Jembrana. Pengerjaan diawali di jalur sisi utara wilayah Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, tepatnya di depan SPBU dan Terminal Kargo Kaliakah. Sejak pagi, alat berat telah diterjunkan untuk melakukan pengerukan pada bagian jalan yang rusak, kemudian dilanjutkan dengan penambalan pada titik berlubang dan retak.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali, BBPJN Jawa Timur–Bali, I Made Mardita, mengatakan perbaikan ini merupakan bagian dari program tahun anggaran 2026 sekaligus persiapan menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik.

“Ini menjadi titik awal perbaikan di wilayah Jembrana dalam rangka menyambut Idul Fitri 2026. Penanganan juga masuk dalam program kerja tahun anggaran 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Februari 2026. 

Ia menjelaskan, kerusakan jalan yang ditangani bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat. Mayoritas berupa lubang dan retak buaya yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Total ada 36 titik dari Antosari sampai Cekik. Fokus kami pada perbaikan jalan berlubang dan retak buaya,” katanya.

Sementara itu, pelaksana proyek perbaikan jalan nasional, Made Aryana, menyebut pengerjaan ditargetkan tuntas paling lambat H-7 Idul Fitri, bertepatan dengan awal arus mudik Lebaran.

“Kami mulai dari Kaliakah. Penanganannya berupa penambalan pada ruas yang berlubang. Seluruh titik yang diperbaiki tersebar di sepanjang jalur Antosari hingga Cekik,” jelasnya.

Untuk titik kerusakan berat, lanjutnya, berada di Kilometer 115 kawasan Batu Karung, Kecamatan Melaya. Lokasi tersebut menjadi prioritas dan dipastikan rampung sebelum Lebaran. Secara keseluruhan, panjang penanganan efektif mencapai sekitar 9 kilometer dengan variasi perbaikan antara 200 meter hingga 1 kilometer per titik.

“Target H-7 sudah selesai untuk penanganan lubang. Setelah Lebaran, perbaikan akan dilanjutkan kembali,” pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....