Saluran Air Tersumbat, Masyarakat Diminta Gotong-Royong

  • 06 Feb 2026 08:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kondisi saluran air di Buleleng dinilai tidak konsisten dan menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, S.T., M.M., mengatakan kondisi saluran di lapangan berbeda dengan yang tercatat di data resmi. “Kondisi kita di lapangan berbeda situasinya. Di sisi lain dimensi saluran kemungkinan tidak konsisten, tidak menerus, dan lebarnya kadang-kadang menyempit,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini membuat aliran air tidak lancar saat hujan deras. “Kalau saluran tidak beraturan, air bisa meluap dan berpotensi menimbulkan banjir di beberapa kawasan,” katanya.

Selain masalah teknis saluran, perilaku masyarakat juga menjadi perhatian serius. Kepala Dinas PUTR menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran. “Ada perilaku-perilaku yang kurang menguntungkan dengan membuang sampah ke saluran, yang akan mempercepat tersumbatnya saluran tersebut,” jelasnya pada Jumat, 6 Februari 2026.

Untuk mengurangi risiko tersumbat, ia menghimbau semua pihak melakukan gotong-royong. “Kami menghimbau kepada kita semua bahwa kewajiban untuk bersih-bersih, baik di rumah maupun di desa, merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Putu Adiptha menekankan, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan akan meminimalkan dampak banjir. “Kalau kita sadar dengan kita bersih dengan lingkungan, pasti akan meminimalisasi dampak tersumbat dan banjir yang bisa timbul di lingkungan kita,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan masyarakat dapat menjaga saluran tetap bersih dan aliran air lancar. Ia menegaskan, upaya gotong-royong dan kepatuhan terhadap aturan kebersihan sangat penting untuk mencegah banjir di Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....