Umat Tri Dharma di Singaraja Siapkan Imlek 2577
- 03 Feb 2026 07:49 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Rangkaian perayaan tahun baru imlek 2577 yang jatuh pada Selasa 17 Januari 2026 mulai disiapkan umat Tri Dharma di Singaraja dengan mengelar sejumlah rangkaian persembahyangan yang dilakukan di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio dan Ling Gwan Kiong.
Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wirasanjaya disels-sela persembahyangan perayaan ke-6 hari ulang tahun bertahtanya atau shejit Yang Mulia (YM) Toa Kongco Tan Hu Cin Jin ke-153 tahun di TITD Ling Gwan Kiong, Senin 2 Februari 2026 mengatakan, Harmoni Imlek Nusantara menjadi tema yang dipilih untuk mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
"Melalui perayaan Imlek ini, kita ingin menjalin hubungan yang harmonis di Nusantara. Kita tetap merayakan tradisi ini sesuai dengan rangkaian acara yang telah turun-temurun," ujar Advokat yang akrab disapa Tjong San.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 10 Februari 2026, atau tujuh hari sebelum hari raya Imlek, dengan ritual "Mengantar Dewa Naik." Ritual ini dilakukan untuk menghantarkan para Dewa-Dewi melapor kepada Sang Pencipta mengenai kejadian dan kehidupan manusia di bumi selama setahun terakhir.
Puncak perayaan Imlek akan berlangsung pada malam, Senin 16 Februari 2026. Untuk mengantisipasi kerumunan dan memberikan kenyamanan bagi umat, pihak klenteng membagi sesi persembahyangan bersama menjadi tiga waktu, yakni pukul 19.00, 20.00, dan 21.00 WITA, sebelum memasuki detik-detik pergantian tahun pada tengah malam. Pada momen ini, ada pementasan tarian barongsai untuk penyelaan petasan dan kembang api hingga sembahyang mohon petunjuk memasuki tahun kuda api.
Selain itu, rangkaian akan dilanjutkan dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Pada hari tersebut, akan dilaksanakan ritual "Tolak Bala" massal atau Chiswak mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.
"Ritual ini bertujuan untuk melakukan penyelarasan hidup bagi umat yang shio-nya bertentangan dengan siklus tahun ini (Tahun Kuda). Shio yang mengalami Ciong besar adalah Kuda dan Tikus, sedangkan Ciong kecil adalah Kelinci dan Ayam," jelasnya.
Tjong San menekankan bahwa Imlek merupakan perayaan tradisi masyarakat Tionghoa, bukan semata-mata perayaan agama. Hal ini diperkuat dengan Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....