Siapkan Ratusan Miliar, Perbaikan Infrastruktur Jadi Prioritas Buleleng

  • 03 Feb 2026 07:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai prioritas pembangunan tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar konektivitas hingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Bahkan, untuk mendukung program tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai Rp100 miliar.

Salah satu ruas yang sudah direalisasikan pada awal tahun ini adalah perbaikan Jalan Pulau Menjangan di Kelurahan Banyuning. Selain itu, sejumlah ruas lain yang mengalami kerusakan berat juga masuk daftar penanganan bertahap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan pihaknya mendapat penugasan langsung dari Bupati untuk mempercepat program strategis infrastruktur, meliputi jalan, jembatan, hingga penataan kawasan.

“Dinas PUPR mendapat penugasan langsung untuk melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan, gedung, serta penataan kawasan secara terencana dan bertahap,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada ruas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, seperti Jalan Merak di Kubutambahan, Jalan Desa Mengening, Bebetin, Tamblang, Gerokgak, Banjar, hingga Patimura di kawasan kota. Perbaikan dilakukan melalui pemeliharaan rutin hingga pelapisan hotmix sesuai kondisi kerusakan.

“Jalan yang rusak berat di beberapa kecamatan kita tangani. Ini menjawab keluhan masyarakat dan sudah menjadi prioritas pemerintah daerah,” kata Adiptha.

Selain jalan, pelebaran jembatan strategis juga disiapkan, di antaranya Jembatan Sangket dan jembatan Tukad Banyumala di kawasan Banyuasri. Untuk Jembatan Sangket, tahun ini difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) karena bentangnya panjang dan membutuhkan kajian teknis khusus.

“Untuk Jembatan Sangket, tahun ini kita fokuskan DED dulu karena bentangnya cukup panjang dan perlu kajian teknis mendalam,” jelasnya.

Sementara itu, Pelebaran Jalan Laksamana Barat hingga kawasan Pemaron juga masuk tahap perencanaan, termasuk penanganan jembatan sempit yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan. Penguatan jaringan irigasi juga dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Buleleng ini daerah pertanian. Irigasi kita perkuat supaya suplai air stabil dan mendukung target swasembada pangan,” tegas Adiptha.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan infrastruktur di Buleleng cukup besar karena kondisi geografis berbukit dan faktor cuaca, khususnya di wilayah atas yang memiliki intensitas hujan tinggi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat bersabar karena perbaikan dilakukan bertahap dengan skala prioritas pada jalur strategis penghubung desa, kecamatan, jalur ekonomi, dan pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....