Pura Luhur Taksu Agung, Permata Spiritual Desa Jatiluwih
- 25 Jan 2026 17:01 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Tabanan - Di tengah hamparan persawahan warisan budaya dunia Jatiluwih, berdiri sebuah tempat suci yang memancarkan energi spiritual luar biasa yakni Pura Luhur Taksu Agung. Pura ini tidak hanya sekadar tempat pemujaan, tetapi dipercaya sebagai sumber taksu (kekuatan kreatif dan kharisma).
Pura Luhur Taksu Agung merupakan salah satu permata spiritual yang terletak di lereng Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Bali. Taksu Agung berarti kekuatan besar yang memberikan sinar kecerdasan dan kewibawaan. Masyarakat meyakini bahwa siapa pun yang memohon dengan tulus untuk kelancaran usaha, seni, maupun kepemimpinan, akan mendapatkan restu dari Ida Bhatara yang berstana di pura tersebut.

Pura Luhur Taksu Agung di Jatiluwih, Tabanan, Bali (Foto: RRI/Ratih)
Pura Luhur Taksu Agung menawarkan atmosfer magis dan sakral, dengan bangunan pelinggih yang diselimuti lumut hijau yang memberikan kesan kuno. Daya Tarik lain pura ini juga terlihat dari adanya pohon besar di areal pura, terdiri dari tiga jenis pohon menjadi satu. Salah satu Jro Mangku (rohaniwan), Jro Mangku I Made Sukarsa mengatakan bangunan yang ada di Pura Luhur Taksu Agung terdiri dari Pelinggih Padma, Gedong Simpen dan Piasan (Pelik Sari).
| Baca juga: Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026 |
"Disini genah (tempat) pemujaan manifestasi Dewa Siwa dalam fungsi sebagai dewa dari segala taksu,” ujar Jro Mangku I Made Sukarsa kepada RRI, Minggu, 25 Januari 2026.
Selain melaksanakan persembahyangan, menurut Jro Mangku yang sudah menjalankan tugas melayani umat di Pura Luhur Taksu Agung sejak tahun 2010, di hari-hari tertentu, umat Hindu juga datang untuk melukat atau melakukan penyucian diri. Jro Mangku I Made Sukarsa pun merinci sarana yang dibawa saat prosesi melukat tersebut.
“Bagi yang ingin melukat hendaknya membawa sarana berupa bungkak nyuh gading (kelapa kuning) dan bunga minimal lima macam (ganjil),” kata Jro Mangku.
Adapun Piodalan (upacara suci umat Hindu untuk memperingati hari lahir) di Pura ini jatuh pada hari Rabu Kliwon Wuku Ugu. Pada hari tersebut, ribuan pemedek dari berbagai penjuru Bali datang untuk menghaturkan sembah bakti, memohon taksu atau kharisma, ketajaman pikiran serta keberhasilan dalam berkarya. (RRI/Ratih)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....