Kubutambahan Jadi Desa Antikorupsi, Fokus Monev Terus Berlanjut

  • 05 Nov 2025 09:41 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi sorotan setelah menjadi lokasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Desa Antikorupsi yang digelar Pemprov Bali bekerja sama dengan KPK, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan Monev yang berlangsung di Kantor Desa Kubutambahan turut melibatkan Inspektorat Kabupaten Buleleng, Diskominfosanti Buleleng, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng. Sinergi lintas lembaga ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Desa Kubutambahan merupakan salah satu dari 10 desa di Bali yang ditetapkan dalam program Desa Antikorupsi periode 2023–2024 dan telah menerima penghargaan pada Januari 2025. Penilaian desa dilakukan berdasarkan lima komponen utama: penguatan tata laksana, pengawasan, pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal.

Inspektur Pembantu V Provinsi Bali, I Made Supartha, menyatakan bahwa kegiatan Monev ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Bali dan KPK untuk mendorong praktik pemerintahan desa yang bersih dan transparan. Ia menegaskan, predikat Desa Antikorupsi bukan sekadar gelar, melainkan budaya integritas yang harus dijaga di tingkat desa.

Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga integritas dan memastikan pengelolaan keuangan desa berjalan jujur dan transparan. “Predikat ini adalah tanggung jawab moral, bukan sekadar simbol penghargaan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah desa terus memperkuat pelayanan publik yang inklusif, termasuk akses bagi penyandang disabilitas, dan meningkatkan kapasitas aparatur desa agar prinsip antikorupsi dapat diterapkan dalam setiap proses administrasi.

Kegiatan Monev di Kubutambahan menunjukkan bahwa predikat Desa Antikorupsi merupakan hasil kerja nyata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara Pemprov Bali, KPK, Pemkab Buleleng, dan perangkat desa menjadi contoh sinergi efektif dalam membangun pemerintahan desa yang bersih demi terwujudnya Bali yang bermartabat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....