Membiasakan Puasa sejak Dini Tanamkan Disiplin dan Empati Anak
- 14 Mar 2026 22:40 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Membiasakan anak menjalankan ibadah puasa sejak usia dini dinilai penting untuk menanamkan karakter disiplin, kesabaran, serta empati terhadap sesama. Pendidikan tersebut dapat dimulai sejak anak berada pada usia prasekolah, sekitar lima hingga tujuh tahun.
Ketua Muslimat NU Buleleng, Rodhiyatul Hasanah Menurutnya, pengenalan puasa pada anak tidak harus dilakukan secara penuh sejak awal, melainkan melalui metode bertahap agar anak dapat beradaptasi dengan baik.
| Baca juga: Puasa Membuat Hati Lebih Tenang dan Damai |
“Anak usia dini sebaiknya dilatih puasa secara bertahap, misalnya beberapa jam terlebih dahulu atau hingga waktu dzuhur. Setelah makan, anak bisa kembali melanjutkan hingga magrib. Cara ini membuat anak belajar tanpa merasa dipaksa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembiasaan puasa sejak dini memiliki banyak nilai pendidikan bagi anak. Selain melatih disiplin dan kesabaran, puasa juga membantu menumbuhkan rasa empati kepada orang lain yang kekurangan.
Menurut Rodhiya, suasana Ramadan yang menyenangkan juga sangat berpengaruh terhadap semangat anak menjalankan ibadah puasa. Orang tua dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan dengan menyiapkan makanan favorit saat berbuka atau memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
“Anak harus merasakan bahwa Ramadan itu menyenangkan. Jika suasananya bahagia, anak justru akan menantikan datangnya bulan puasa setiap tahun,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak. Keluarga merupakan pusat pendidikan pertama yang membentuk karakter dan kebiasaan anak sejak kecil.
Dengan pendekatan yang lembut dan penuh perhatian, orang tua diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai ibadah sejak dini sehingga anak tumbuh dengan kesadaran sendiri untuk menjalankan puasa ketika usianya sudah lebih dewasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....