Ramadan Terakhir Kita: antara Taubat dan Harapan

  • 02 Mar 2026 16:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Ramadan kembali hadir, membawa cahaya di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Bulan suci ini bukan sekadar pergantian kalender hijriah, melainkan momentum untuk berhenti sejenak, menata hati, dan merenungi arti keberadaan diri. Namun di balik lantunan azan Magrib dan gemuruh sahur yang membangunkan, terselip satu pertanyaan yang menggugah nurani: bagaimana jika ini adalah Ramadan terakhir kita?

Tak ada satu pun manusia yang mengetahui batas usianya. Karena itu, Ramadan selalu datang dengan pesan kesadaran. Setiap rakaat tarawih menjadi lebih bermakna, setiap sedekah terasa lebih tulus, dan setiap doa terucap dengan harap yang lebih dalam. Kesempatan beribadah di bulan penuh ampunan ini adalah anugerah yang belum tentu terulang.

Di berbagai masjid, suasana tarawih terasa lebih syahdu. Warga berbondong-bondong memenuhi saf, memperpanjang doa, dan memperbanyak sedekah. Tidak sedikit yang mengaku ingin menjalani Ramadan kali ini dengan lebih sungguh-sungguh, seolah tak ingin menyisakan penyesalan.

“Ramadan selalu mengingatkan kita bahwa hidup ini terbatas. Tidak ada yang tahu apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan,” ujar Abdul Muiz di sela Dialoq Ramadan PRO 1 RRI Singaraja (Senin/2/3/2026).

Momentum ini juga menjadi penguat ikatan sosial. Tradisi berbagi takjil, sahur bersama, hingga zakat dan santunan kepada kaum dhuafa menjadi wujud nyata kepedulian. Ramadan menghadirkan semangat gotong royong yang melampaui sekat perbedaan.

Jika ini Ramadan terakhir, maka setiap sujud adalah sujud terbaik, setiap doa adalah doa paling tulus, dan setiap kebaikan adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Kesadaran akan keterbatasan usia justru menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang memurnikan hati. Dan bila benar ini adalah Ramadan terakhir, semoga ia menjadi penutup yang indah dalam catatan pengabdian kita kepada Sang Pencipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....