Puasa Dhuhur untuk Anak, Bolehkah? Ini Penjelasanya!

  • 22 Feb 2026 22:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Fenomena “puasa dhuhur” atau puasa setengah hari kerap diterapkan orang tua dalam melatih anak berpuasa di bulan Ramadan. Lalu, apakah cara ini diperbolehkan?

Dalam dialog Ramadan Pro 1 RRI Singaraja, Hj. Rodhiyatul Hasanah menjelaskan bahwa puasa setengah hari pada anak bukan hanya diperbolehkan, tetapi justru menjadi metode pembelajaran yang dianjurkan. Menurutnya, anak usia dini, khususnya sekitar 5 hingga 7 tahun, belum wajib menjalankan puasa penuh. Oleh karena itu, pembiasaan perlu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anak.

“Dilakukan secara bertahap, tidak langsung satu hari penuh, tapi dilatih beberapa jam atau setengah hari,” jelas Rodhiyatul.

Metode ini membantu anak mengenal konsep puasa tanpa merasa tertekan. Setelah berbuka di waktu dhuhur atau “bedug”, anak dapat dilatih kembali menahan diri hingga waktu maghrib. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan utama dari latihan ini adalah membentuk karakter anak, bukan sekadar menahan lapar.

“Yang penting membelajari anak disiplin untuk taat terhadap agama, tanpa paksaan,” kata Rodhiyatul menambahkan.

Pendekatan yang menyenangkan, seperti memberikan apresiasi dan menciptakan suasana Ramadan yang hangat, dinilai mampu membuat anak justru mencintai ibadah puasa. Dengan metode bertahap seperti puasa dhuhur, orang tua dapat menanamkan nilai ibadah sejak dini, sekaligus membangun kedekatan emosional anak dengan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....