Akses Sport Center Lumbanan Mulai Dipersiapkan, Dana Rp1 Miliar Disiapkan

  • 11 Sep 2026 09:59 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • KONI Buleleng memulai proses pembebasan lahan untuk akses menuju lokasi sport center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
  • Koordinasi melibatkan KONI Buleleng, pemerintah daerah, BPN Buleleng, Kelurahan Sukasada, dan masyarakat pemilik lahan untuk proses survei, pengukuran, dan pemetaan.
  • Pertemuan koordinasi dipimpin oleh Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 malam di Ruang Rapat KONI Buleleng.

RRI.CO.ID, Singaraja - Persiapan pembangunan sport center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai memasuki tahapan pembebasan lahan untuk akses menuju lokasi. KONI Buleleng bersama jajaran terkait telah melakukan koordinasi dengan masyarakat pemilik lahan untuk memulai proses survei, pengukuran, dan pemetaan.

Koordinasi berlangsung di Ruang Rapat KONI Buleleng, Kamis 10 September 2026 malam. Pertemuan dipimpin Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, BPN Buleleng, Kelurahan Sukasada, Lingkungan Lumbanan, serta masyarakat pemilik lahan.

Supriatna mengatakan pembangunan Sport Center Lumbanan menjadi salah satu upaya meningkatkan sarana olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Buleleng. Lahan seluas sekitar 5,7 hektare yang merupakan aset Pemprov Bali telah disetujui untuk dimanfaatkan dan dihibahkan kepada Pemkab Buleleng sebagai lokasi pembangunan sport center.

Namun, akses menuju kawasan tersebut masih membutuhkan penyelesaian, khususnya terkait lahan milik masyarakat. Karena itu, KONI Buleleng kembali mengajak pemilik lahan untuk membahas pembukaan akses jalan yang sebelumnya sempat terhenti.

“Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan sport center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut,” ujar Supriatna.

Sementara itu, Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, menjelaskan pembahasan akses menuju lokasi sport center telah dilakukan beberapa kali. Dari sekitar 16 pemilik lahan yang masuk dalam pendataan, hampir seluruhnya hadir dalam koordinasi dan hanya satu pemilik lahan yang tidak dapat hadir karena sakit.

Akses dari jalan raya menuju lokasi sport center diperkirakan memiliki panjang sekitar 650 meter. Lebar jalan yang sebelumnya direncanakan sekitar enam meter diusulkan menjadi delapan meter, dengan ruang untuk jaringan drainase. Dengan kebutuhan tersebut, lebar keseluruhan lahan untuk akses diperkirakan mencapai sekitar 10 meter.

Untuk mendukung proses pembebasan lahan, pengusaha sekaligus pemberi CSR, I Gusti Ngurah Anom atau Cok Krisna, menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sirkuit, namun kemudian dialihkan untuk membantu pembebasan lahan akses menuju Sport Center Lumbanan.

“Intinya, dengan adanya CSR Rp1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga,” terang Wiratmaja.

Proses pembebasan lahan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan pengukuran, penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih, hingga penyerahan lahan.

Cok Krisna menegaskan dukungannya terhadap pembangunan sarana olahraga di Buleleng. Menurutnya, keberadaan Sport Center Lumbanan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan olahraga, tetapi juga berpotensi membuka aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis,” ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap proses pembebasan lahan yang akan dilakukan. Menurutnya, pembukaan akses menuju Sport Center Lumbanan dapat memberikan manfaat bagi kawasan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang,” ujar Cok Krisna.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat pemilik lahan menyetujui langkah awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan lahan. Hasil pengukuran nantinya menjadi dasar untuk menentukan lahan yang terdampak serta tahapan pembebasan lahan menuju kawasan Sport Center Lumbanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....