GABSI Buleleng Gelar Seleksi Atlet Bridge Menuju PORJAR 2026

  • 15 Mei 2026 13:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Buleleng mulai mempersiapkan atlet terbaik menghadapi ekshibisi PORJAR Bali 2026 melalui seleksi atlet tingkat SMP dan SMA di SMPN 8 Singaraja, Jumat 15 Mei 2026.

Seleksi tersebut menjadi langkah awal menjaring pasangan atlet terbaik yang akan mewakili Kabupaten Buleleng pada ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Bali.

Melalui kegiatan ini, GABSI Buleleng menargetkan kembali mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut pada ajang PORJAR Bali.

Pada PORJAR 2025 lalu, GABSI Buleleng berhasil meraih dua medali emas dari nomor Beregu SMP dan Pasangan SMP. Selain itu, satu medali perak diraih dari nomor Pasangan SMA dan satu medali perunggu dari nomor Beregu SMA.

Ketua Pengkab GABSI Buleleng, I Made Nuridja, mengatakan seleksi dilakukan untuk mendapatkan atlet terbaik yang siap tampil pada PORJAR Bali 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang di Denpasar.

“Seleksi ini dilakukan untuk mencari atlet terbaik Buleleng yang akan berlaga pada ekshibisi PORJAR Bali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kategori yang dipertandingkan meliputi Beregu SMP, Beregu SMA, Pasangan SMP, dan Pasangan SMA dengan total empat medali yang diperebutkan.

Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan berdasarkan hasil pertandingan serta akumulasi masterpoint yang telah dikumpulkan atlet sebelumnya. Atlet yang konsisten meraih prestasi akan mendapatkan tambahan poin sebagai salah satu acuan penentuan tim.

Selain fokus pada persiapan PORJAR, GABSI Buleleng juga mulai memperluas pembinaan atlet usia dini hingga jenjang sekolah dasar. Salah satunya melalui pengembangan olahraga bridge di SDN 3 Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak.

“Ke depan kami ingin pembinaan bridge semakin luas agar regenerasi atlet terus berjalan,” ucapnya.

Usai seleksi, atlet terpilih akan menjalani training center (TC) secara berkala dan intensif. Saat ini tercatat sekitar enam sekolah telah mengikuti proses seleksi tersebut.

Meski menghadapi sejumlah kendala, terutama jarak tempuh atlet dari masing-masing sekolah, GABSI Buleleng tetap optimistis dapat membentuk tim yang kompetitif.

Selain menjaring atlet terbaik, kegiatan seleksi juga diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan antar atlet bridge di Kabupaten Buleleng.

“Minat siswa terhadap olahraga bridge terus meningkat setiap tahun. Kami berharap ke depan pembinaan dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di Buleleng,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....