KONI Buleleng Dorong SMANTIARA Jadi Wadah Cetak Atlet Pickleball Berprestasi
- 23 Agt 2026 02:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Penyelenggaraan SMANTIARA International Pickleball Championship ke-5 di SMA Negeri 3 Singaraja mendapat apresiasi dari KONI Kabupaten Buleleng. Kompetisi yang telah berkembang hingga tingkat internasional tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk pembinaan atlet muda di daerah.
Ketua KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, penyelenggaraan kompetisi internasional oleh sebuah sekolah di Singaraja merupakan lompatan yang luar biasa dalam perkembangan olahraga pickleball.
Terlebih, kompetisi tahun ini mampu menghadirkan pemain dari delapan negara mancanegara, selain Indonesia sebagai tuan rumah.
“Ini sekali lagi sangat luar biasa bisa mendatangkan atlet pickleball dari delapan negara,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi bertaraf internasional di lingkungan sekolah memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar menjadi penyelenggara, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam olahraga yang semakin berkembang tersebut.
KONI Buleleng berharap keberadaan SMANTIARA International Pickleball Championship dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Selain menjadi agenda kompetisi, kejuaraan tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembinaan atlet pickleball Buleleng.
“Supaya terus dilanjutkan kompetisinya. Kemudian anak-anak SMANTIARA, selaku pelaksana, tentu di antara anak-anak SMANTIARA ini supaya bisa menjadi atlet berprestasi di olahraga pickleball,” katanya.
Ia berharap siswa SMA Negeri 3 Singaraja yang menekuni pickleball tidak berhenti pada kompetisi di tingkat sekolah, tetapi dapat berkembang hingga menjadi atlet yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.
“Baik prestasi di daerah, nasional, maupun sampai ke internasional. Karena kesempatan ini kan pertandingannya sudah taraf internasional,” ujarnya.
Senada dengan KONI Buleleng, Ketua Umum Pengprov Pickleball Bali, Cokorda Gede Suradipura, menilai SMANTIARA International Pickleball Championship memiliki peran penting dalam pengembangan atlet.
Menurutnya, kompetisi terbuka yang diikuti peserta dari sejumlah negara dapat menjadi sarana bagi Pengprov Pickleball Bali untuk memantau sekaligus menjaring atlet-atlet berbakat.
Ia berharap kompetisi tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan kelima, tetapi terus berkembang dengan jumlah peserta dan kualitas pertandingan yang semakin besar.
“Kita berharap kejuaraan ini bisa berkesinambungan, tidak terputus hanya di kejuaraan ke-5,” ujarnya.
Cokorda mengatakan, keberadaan kompetisi internasional di Singaraja juga memberikan kesempatan kepada atlet Bali untuk mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari luar negeri.
Pengalaman tersebut dinilai penting dalam mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun internasional.
SMANTIARA International Pickleball Championship ke-5 sendiri diikuti 101 pasang pemain, atau sekitar 200 atlet. Selain Indonesia, peserta berasal dari Italia, Prancis, Finlandia, Wales, Australia, India, Kanada, dan Argentina.
Kompetisi mempertandingkan berbagai kategori, termasuk men's double, women's double, student, mixed double, beginner, intermediate, open, serta men's double 50 plus.
Dengan semakin luasnya partisipasi dan meningkatnya level kompetisi, SMANTIARA diharapkan tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga menjadi salah satu wadah pembinaan yang mampu melahirkan atlet pickleball Buleleng dan Bali menuju prestasi yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....