85 Siswa SMP-SMA Buleleng Ikuti Pemanduan Bakat Panjat Tebing

  • 16 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • 85 siswa dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng mengikuti sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing sebagai persiapan kompetisi tingkat kabupaten dan Pra-Porprov.
  • Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng juga melibatkan 30 guru PJOK dari seluruh kabupaten untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing dan mendorong pembinaan di sekolah.
  • Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan untuk Buleleng Climbing Competition Cup (tingkat SD) dan Pra-Porprov (tingkat SMP-SMA) yang akan berlangsung pada 19-20 September 2026.

RRI.CO.ID, Singaraja – Sebanyak 85 siswa SMP dan SMA dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, mengikuti sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing 2026, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi babak final Buleleng Climbing Competition Cup untuk tingkat SD serta Pra-Porprov Kabupaten Buleleng untuk tingkat SMP dan SMA sederajat yang akan berlangsung 19 hingga 20 September 2026.

Selain siswa, kegiatan yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng tersebut juga melibatkan 30 guru PJOK se-Kabupaten Buleleng. Sosialisasi kepada guru dilakukan untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing sekaligus mendorong sekolah membuka ruang pembinaan bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di cabang olahraga tersebut.

Sekretaris FPTI Buleleng, Kadek Ashadi Putra, mengatakan pemanduan bakat dilakukan untuk melihat potensi masing-masing siswa sekaligus memberikan gambaran kemampuan mereka sebagai calon atlet. Menurutnya, pembinaan sejak sekolah penting dilakukan agar regenerasi atlet panjat tebing di Buleleng dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami pandu peserta dari masing-masing sekolah untuk melihat bakatnya, sehingga nantinya kami memiliki penilaian tersendiri apakah siswa tersebut memiliki minat dan bakat yang bisa dikembangkan untuk kegiatan Pra-Porprov maupun Buleleng Climbing Competition Cup,” ucap Ashadi.

Antusiasme siswa SMP dan SMA dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng, Bali, ketika mengikuti sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing 2026. (Foto: Dok. Humas FPTI Buleleng).

Ashadi juga menekankan kepada guru PJOK bahwa panjat tebing bukan olahraga yang asing dan memiliki potensi prestasi. Terlebih, Buleleng telah memiliki sejumlah wahana panjat tebing yang tersebar di sektor timur, tengah, dan barat sehingga dapat dimanfaatkan sekolah untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler.

“Kita memiliki wahana di berbagai sektor, yaitu sektor timur, tengah, dan barat. Sehingga nantinya sekolah bisa membuka ruang kepada siswa yang memiliki minat dan bakat di panjat tebing melalui kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet muda yang kompeten, khususnya pada nomor boulder dan lead. FPTI Buleleng juga mendorong adanya sinergi antara organisasi olahraga, sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, dan KONI Buleleng dalam menemukan serta mengembangkan potensi atlet sejak usia sekolah.

Sementara Ketua Harian FPTI Buleleng, I Putu Panca Adi, berharap guru PJOK dapat berperan aktif dalam memajukan olahraga di Buleleng. Peran tersebut tidak hanya untuk panjat tebing, tetapi juga seluruh cabang olahraga yang berpotensi dikembangkan di lingkungan sekolah.

“Kami berharap guru PJOK bisa berperan aktif untuk memajukan olahraga. Tidak hanya panjat tebing saja, semua cabang olahraga yang ada bisa ikut berkontribusi aktif untuk kemajuan olahraga Buleleng,” ujarnya.

Secara keseluruhan, rangkaian sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing 2026 yang dilaksanakan FPTI Buleleng dari tingkat SD hingga SMA diikuti 413 siswa. Khusus kegiatan yang berlangsung saat ini, pemanduan bakat difokuskan pada 85 siswa SMP dan SMA dari sembilan kecamatan sebagai bagian dari persiapan menuju ajang Pra-Porprov Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....