Kejurnas FKI 2026 Resmi Ditutup, NTT Jadi Juara Umum

  • 12 Jul 2026 17:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung di Kabupaten Buleleng, Bali. Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., menutup kejuaraan tersebut di GOR FOK Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Jinengdalem, Sabtu 11 Juli 2026.

Penutupan menjadi akhir dari persaingan sekitar 140 atlet yang datang dari 16 provinsi di Indonesia. Sebanyak 43 nomor pertandingan dipertandingkan dalam kejurnas tersebut, dengan para atlet bersaing untuk meraih prestasi terbaik bagi daerah masing-masing.

Hasil akhir menempatkan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai juara umum pertama dengan raihan 13 medali emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Bali berada di posisi kedua setelah mengumpulkan 9 emas, 9 perak, dan 16 perunggu, sedangkan Jambi menempati peringkat ketiga dengan 7 emas, 6 perak, dan 11 perunggu.

Menutup rangkaian kejuaraan, Yasonna menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan kemampuan, semangat bertanding, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia menilai para atlet yang tampil dalam kejurnas memiliki peluang untuk membawa nama Indonesia pada kompetisi tingkat internasional.

"Saya bangga melihat semangat dan kegigihan para atlet. Mereka adalah putra-putri terbaik daerah yang kelak akan membawa nama Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.

Yasonna juga mengapresiasi kerja panitia, ofisial, relawan, aparat keamanan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kejuaraan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas FKI 2026 menunjukkan kemampuan Buleleng dalam menggelar kompetisi olahraga berskala nasional dan membuka peluang untuk menjadi tuan rumah kejuaraan yang lebih besar.

"Pelaksanaannya berjalan luar biasa. Di tempat ini nantinya akan kita perjuangkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Kempo Dunia," ujarnya.

Ketua FKI Bali, Ketut Bagiada, S.H., didampingi Ketut Sukalegawa, turut menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan dengan aman dan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat FKI yang telah memberikan kepercayaan kepada Bali untuk menjadi tuan rumah Kejurnas FKI 2026.

Apresiasi juga diberikan kepada Rektor Undiksha, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Pangdam IX/Udayana, Kodim 1609/Buleleng, Polres Buleleng, DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Buleleng, relawan, panitia lokal, rumah sakit, serta insan media. Dukungan berbagai pihak tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan kejuaraan.

"Kami bersyukur seluruh rangkaian Kejurnas berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan ajang ini," ujarnya.

Selain tiga besar, Sumatera Utara meraih 5 emas, 7 perak, dan 8 perunggu, disusul Jawa Barat dengan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Nusa Tenggara Barat memperoleh 3 emas, 1 perak, dan 10 perunggu, sementara Jawa Timur membawa pulang 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Sumatera Selatan mengoleksi 1 emas, 3 perak, dan 7 perunggu, sedangkan DKI Jakarta meraih 1 emas dan 4 perunggu. Sumatera Barat memperoleh 3 perak dan 1 perunggu, Aceh meraih 1 perak dan 1 perunggu, Banten mendapatkan 4 perunggu, sementara Riau membawa pulang 1 medali perunggu.

Secara keseluruhan, Kejurnas FKI Antarprovinsi 2026 menghasilkan 44 medali emas, 44 medali perak, dan 77 medali perunggu. Berakhirnya kejuaraan ini tidak hanya menetapkan NTT sebagai juara umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet kempo dari berbagai daerah untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....