Kejurnas Kempo Nasional Dorong Sport Tourism, Buleleng Bidik Tuan Rumah Kejuaraan
- 10 Jul 2026 08:38 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kejurnas FKI 2026 di Kabupaten Buleleng merupakan momentum untuk mempromosikan sport tourism dan memperkenalkan potensi wisata Bali Utara kepada peserta dari seluruh Indonesia.
- Konsep sport tourism yang dikembangkan menggabungkan kompetisi olahraga dengan kunjungan ke destinasi wisata sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi hotel, kuliner, dan UMKM lokal.
- Pemilihan Buleleng sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan bentuk pemerataan penyelenggaraan event olahraga nasional yang selama ini lebih banyak di Bali Selatan, dengan rencana menggelar kejuaraan dunia kempo di Singaraja tahun depan.
RRI.CO.ID, Singaraja – Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) 2026 di Kabupaten Buleleng membawa dampak lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga. Event tersebut menjadi momentum promosi sport tourism sekaligus memperkenalkan potensi Bali Utara kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Federasi Kempo Indonesia, Dr. Drs. Abdul Rahman Sabara, MSI, ESMH, mengatakan dipilihnya Singaraja sebagai lokasi Kejurnas merupakan bentuk dukungan terhadap pemerataan penyelenggaraan event olahraga nasional yang selama ini lebih banyak berlangsung di wilayah Bali Selatan.
Menurutnya, Buleleng memiliki fasilitas pertandingan yang memadai sekaligus menyimpan potensi wisata yang layak diperkenalkan kepada peserta maupun tamu dari luar daerah.
"Tahun depan kami berkeinginan menggelar kejuaraan dunia di Bali, khususnya di Singaraja. Bukan hanya pertandingan, tetapi juga mengembangkan konsep sport tourism," ujarnya.
Konsep tersebut nantinya menggabungkan kegiatan olahraga dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Buleleng sehingga peserta tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga mengenal kekayaan alam dan budaya Bali Utara.
Ia menilai langkah tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, konsumsi kuliner, hingga aktivitas pelaku UMKM lokal.
Ketua Panitia Kejurnas FKI 2026, Ir. Yulianto Maris, PG.DIPL, menjelaskan bahwa penunjukan Buleleng sebagai tuan rumah berawal dari keputusan rapat nasional Federasi Kempo Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.
Semula kejuaraan direncanakan berlangsung di Jakarta. Namun, usulan agar kegiatan dipusatkan di Bali mendapat sambutan positif sehingga akhirnya dipilih Kabupaten Buleleng sebagai lokasi penyelenggaraan.
"Kami melihat ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Bali Utara yang selama ini belum banyak menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga nasional," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Ketut Sukalegawa mengatakan masyarakat Buleleng memberikan dukungan besar terhadap pelaksanaan Kejurnas. Berbagai elemen ikut terlibat dalam kepanitiaan, mulai dari akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat hingga unsur TNI.
Pemerintah daerah juga mendukung pelaksanaan kegiatan dengan memfasilitasi penggunaan venue pertandingan di GOR Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta mengajak pelajar dan masyarakat menyaksikan langsung pertandingan.
Menurut Ketut, antusiasme masyarakat menjadi modal penting agar Buleleng semakin dipercaya menjadi penyelenggara berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan prestasi olahraga, Kejurnas FKI 2026 diharapkan mampu memperkuat citra Kabupaten Buleleng sebagai destinasi sport tourism baru di Bali. Dengan dukungan infrastruktur, keramahan masyarakat, serta potensi wisata yang dimiliki, Buleleng dinilai memiliki peluang besar menjadi tuan rumah kejuaraan dunia kempo pada tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....