Pabersi Bali Bantah Hambat Atlet Buleleng ke Kejuaraan Dunia

  • 12 Apr 2026 08:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Bali membantah tudingan sebagai pihak yang menghambat keberangkatan atlet asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna, ke ajang International Powerlifting Federation (IPF) 2026. Penegasan ini disampaikan menyusul polemik yang mencuat di media sosial terkait batalnya keikutsertaan atlet tersebut.

Ketua Pabersi Bali, I Komang Suantara, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengirim atlet ke tingkat internasional. Ia menyebut, proses pengiriman atlet ke kejuaraan dunia sepenuhnya menjadi kewenangan pengurus pusat.

“Kami membantah, karena pertandingannya bukan kami yang mengirim ke tingkat internasional. Itu bukan kewenangan pengprov,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Sebelumnya, Wahyu Surya mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial karena gagal tampil di kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania. Ia menyebut tidak mendapat rekomendasi serta adanya kebutuhan dana jaminan sebesar Rp339 juta yang dikaitkan dengan pihak Pabersi Bali.

Menanggapi hal tersebut, Komang Suantara menegaskan bahwa informasi terkait dana jaminan tersebut berasal dari pengurus besar (PB) Pabersi. Dana tersebut berkaitan dengan kebutuhan tes doping sesuai standar World Anti-Doping Agency (WADA) dan bersifat deposit yang akan dikembalikan jika hasil tes dinyatakan bersih.

Ia menjelaskan, Pabersi Bali hanya menyampaikan informasi yang diterima dari pengurus pusat kepada atlet bersangkutan. Namun, komunikasi tersebut diduga menimbulkan kesalahpahaman sehingga berkembang menjadi isu di publik.

“Informasi itu dari PB, kami hanya menyampaikan. Bukan berarti kami meminta atau tidak mendukung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pabersi Bali menilai proses pembinaan atlet harus melalui tahapan yang jelas, dimulai dari level daerah hingga nasional sebelum melangkah ke tingkat internasional. Wahyu Surya sendiri dinilai sebagai atlet potensial yang dipersiapkan untuk ajang Pra PON 2027 dan PON 2028.

Komang Suantara juga menyayangkan polemik yang berkembang hingga viral dan memicu berbagai reaksi di kalangan atlet lain. Ia menegaskan, pihaknya tetap mendukung pengembangan atlet secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau sudah sesuai tahap, pasti kami dukung penuh. Kami juga ingin atlet Bali bisa berprestasi hingga ke tingkat internasional,” katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....