Lumer di Lidah: Menjelajahi Kelembutan Leum Kleun, Takjil Khas Thailand

  • 06 Okt 2026 09:12 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Leum kleun adalah dessert tradisional khas Thailand yang memiliki nama berarti 'lupa menelan' karena teksturnya yang sangat lembut dan langsung lumer di mulut.
  • Kue ini terdiri dari dua bagian utama: lapisan luar transparan berbahan tepung hunkwe (pati kacang hijau) yang dapat diwarnai dengan berbagai warna alami, dan isian vla santan lembut dari campuran tepung beras, santan, dan gula.
  • Tekstur leum kleun yang unik—kenyal, licin, dan langsung meluncur ke tenggorokan tanpa perlu dikunyah—menjadi karakteristik khas yang membedakannya dari dessert lain.

RRI.CO.ID, Singaraja: Leum kleun (atau Khanom Leum Kleun) adalah dessert/kue tradisional khas Thailand. Nama “leum kleun” secara harfiah berarti “lupa menelan” atau “aku lupa sudah menelannya”, karena teksturnya sangat lembut, licin, kenyal, dan langsung lumer di mulut sehingga seolah-olah langsung meluncur ke tenggorokan tanpa perlu dikunyah.

Kue ini terdiri dari dua bagian utama:

Lapisan luar: terbuat dari tepung hunkwe (pati kacang hijau), gula, dan air. Dimasak hingga mengental dan menjadi transparan/jelly-like, sering diberi warna (hijau, biru dari bunga telang, pink, ungu, dll.).

Isian/vla santan: krim santan lembut dari tepung beras + santan + gula + sedikit garam (mirip bubur sumsum).

Biasanya disajikan dalam cetakan kecil (cup plastik, cetakan talam, atau silicone), dimakan dingin, dan kadang ditaburi kacang hijau goreng atau wijen sangrai. Mirip dengan kue talam atau nona manis Indonesia, tapi teksturnya lebih lumer dan “slippery”.Saat ini kue ini viral di Indonesia (terutama TikTok & media sosial) karena tampilannya cantik berwarna-warni dan mudah dibuat tanpa kukus.

Cara Membuat Leum Kleun (Resep Sederhana & Umum)

Bahan untuk ±10–15 buah (cetakan kecil):

Vla Santan (isian):30–35 gram tepung beras

25–30 gram gula pasir

¼–½ sdt garam

350 ml santan (bisa santan kental atau 65 ml santan instan + air)

Opsional: selembar daun pandan atau sedikit vanili

Lapisan luar:30–40 gram tepung hunkwe

45–50 gram gula pasir

300–350 ml air

Pewarna makanan secukupnya (atau air bunga telang untuk warna alami)

Opsional: sedikit garam

Cara membuat

Buat vla santan: Campur semua bahan vla hingga rata (tidak bergerindil). Masak di api sedang-kecil sambil diaduk terus hingga mengental, meletup-letup, dan matang. Angkat, biarkan agak hangat, lalu masukkan ke piping bag atau plastik segitiga.

Buat lapisan luar: Campur tepung hunkwe, gula, dan air. Masak sambil diaduk terus hingga mendidih, mengental, berubah transparan, dan meletup-letup. Matikan api, tambahkan pewarna, aduk rata.

Rakit: Olesi cetakan sedikit minyak (opsional, agar mudah dilepas). Tuang adonan lapisan luar hingga ¾ cetakan. Segera semprotkan vla santan ke tengahnya hingga hampir penuh. Lakukan cepat karena adonan hunkwe cepat mengeras.

Dinginkan: Biarkan di suhu ruang hingga set, lalu masukkan kulkas minimal 30–60 menit. Sajikan dingin.

Tips:Aduk terus saat memasak agar tidak bergumpal atau gosong.

Untuk versi “lava” (lebih lumer), kurangi sedikit tepung di vla.

Bisa diganti tepung hunkwe dengan campuran tapioka + maizena jika sulit didapat, tapi hasilnya kurang autentik.

Simpan di kulkas, lebih enak dingin. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....