Beragam Pilihan Sarapan di Singaraja, dari Blayag hingga Kukusan Sehat
- 30 Sep 2026 08:30 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Sarapan merupakan bagian integral dalam memulai aktivitas sehari-hari masyarakat Kota Singaraja, Bali, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa.
- Beragam pilihan sarapan tersedia di Singaraja mulai dari kuliner khas Bali seperti blayag dan nasi betutu hingga makanan praktis dan terjangkau seperti nasi kuning, ubi, jagung, pisang, dan telur.
RRI.CO.ID, Singaraja – Sarapan menjadi bagian penting dalam memulai aktivitas masyarakat di Kota Singaraja, Bali, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Beragam pilihan makanan tersedia, mulai dari kuliner khas Bali seperti blayag dan nasi betutu, nasi kuning yang praktis dan terjangkau, hingga pilihan kukusan sehat seperti ubi, jagung, pisang dan telur.
Pilihan sarapan tersebut tidak hanya diminati mahasiswa, tetapi juga pelajar yang memiliki aktivitas sejak pagi. Sejumlah pelajar SMP di Singaraja, misalnya, menyempatkan diri membeli sarapan setelah mengikuti jam pelajaran olahraga yang dimulai sekitar pukul 06.30 Wita.
Sebelum melanjutkan pelajaran berikutnya, para pelajar memilih makanan yang dijual di sekitar depan sekolah. Nasi kuning dan blayag menjadi beberapa menu yang dipilih karena mudah diperoleh dan dapat disantap dalam waktu singkat sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar.
Bagi mahasiswa yang tinggal di rumah kos, pilihan sarapan kerap disesuaikan dengan waktu, harga, serta kemudahan mendapatkan makanan. Membeli sarapan menjadi alternatif ketika aktivitas pagi cukup padat sehingga tidak sempat menyiapkan makanan sendiri.
Vira (21), salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, mengatakan saat ini dirinya lebih memilih membeli sarapan karena tidak memungkinkan untuk memasak pada pagi hari.
"Sekarang pagi-pagi tidak memungkinkan untuk masak, jadi Vira pilih membeli sarapan nasi kuning," ujar Vira yang saat ini hingga tiga bulan ke depan tengah melaksanakan program asistensi mengajar (AM) atau PKL di SD Negeri 1 Banyuning.
Menurutnya, nasi kuning menjadi salah satu pilihan karena harganya relatif terjangkau dan porsinya cukup untuk kebutuhan makan pagi.
"Karena dengan harga Rp7 ribu, untuk lauk dan porsi pagi sangat cukup," kata Vira.
| Baca juga: Kenapa Donat Banyak Digemari? Ini Alasannya |
Hal serupa disampaikan Indira (21), teman kuliah Vira yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Indira juga memilih sarapan nasi kuning. Namun, sesekali ia menjajal menu di stand sarapan serba Rp10 ribu yang menyediakan beragam jenis rice bowl dan jajanan. Pilihan tersebut menjadi salah satu alternatif sarapan yang mudah diperoleh mahasiswa dengan harga yang relatif terjangkau.
"Indira juga memilih untuk membeli sarapan nasi kuning atau serba Rp10 ribu," ucapnya.
Selain nasi kuning juga tersedia berbagai pilihan sarapan lainnya. Salah satunya blayag yang identik dengan kuliner Bali Utara. Hidangan berbahan ketupat ini biasanya disajikan dengan suwiran ayam, urab sayuran, kuah kental, dan bumbu khas.
Ada pula nasi betutu yang menawarkan cita rasa khas Bali dengan penggunaan beragam rempah. Bagi penikmat makanan berbumbu, nasi betutu menjadi salah satu pilihan yang dapat mengenyangkan sebelum memulai aktivitas.
Sementara itu, bagi masyarakat yang menginginkan menu lebih sederhana, stand kukusan sehat dapat menjadi alternatif. Ubi, jagung, pisang dan telur dapat dikonsumsi sebagai pilihan sarapan dengan pengolahan yang relatif sederhana.
Keragaman tersebut membuat pilihan kuliner pagi di Singaraja cukup beragam. Masyarakat dapat menyesuaikan menu dengan selera, waktu, aktivitas dan kemampuan membeli.
Bagi mahasiswa yang tinggal di kos, pilihan sarapan juga memperlihatkan adanya pertimbangan praktis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Membeli makanan dengan harga terjangkau menjadi salah satu solusi ketika waktu untuk memasak terbatas.
Di sisi lain, keberadaan penjual makanan di sekitar sekolah dan kawasan aktivitas masyarakat turut memudahkan pelajar maupun mahasiswa memperoleh sarapan sebelum memulai kegiatan.
Para pelaku usaha kuliner pun tidak hanya menawarkan makanan khas daerah, tetapi juga menghadirkan pilihan makanan praktis yang menyesuaikan kebutuhan mahasiswa, pelajar dan masyarakat perkotaan.
Keragaman menu sarapan tersebut menjadi bagian dari dinamika kuliner pagi di Singaraja, yang mempertemukan makanan tradisional, pilihan ekonomis hingga menu sederhana yang dianggap lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....