Nastar: Kue Khas Lebaran yang Memadukan Tradisi dan Kelezatan
- 18 Sep 2026 09:59 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Nastar adalah kue kering berbentuk bulat kecil berwarna kuning keemasan dengan isian selai nanas yang merupakan hidangan wajib di meja tamu masyarakat Indonesia saat perayaan hari besar, terutama Hari Raya Idul Fitri.
- Kehadiran nastar di setiap perayaan mencerminkan simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga dalam budaya Indonesia.
- Nastar memiliki sejarah panjang akulturasi budaya yang menarik untuk dipelajari lebih dalam, menunjukkan perpaduan pengaruh budaya yang kaya dalam kuliner tradisional Indonesia.
RRI.CO.ID, Singaraja - Siapa yang tidak mengenal nastar? Kue kering berbentuk bulat kecil berwarna kuning keemasan dengan isian selai nanas ini hampir tidak pernah absen menghiasi meja tamu masyarakat Indonesia saat perayaan hari besar, khususnya Hari Raya Idul Fitri.
Kehadirannya seolah menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga. Namun, di balik kelezatan rasanya yang manis dan gurih, nastar menyimpan sejarah panjang akulturasi budaya yang menarik untuk dikulik.
Meski kini sangat identik dengan tradisi orisinil Indonesia, nastar sebenarnya merupakan kue warisan dari masa kolonial Belanda. Secara etimologis, nama nastar berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taartjes yang berarti kue tart kecil.
Resep awal nastar terinspirasi dari kue pai atau tart Eropa yang biasanya diisi dengan buah-buahan subtropis seperti apel, stroberi, atau blueberry. Ketika orang-orang Belanda menetap di Nusantara, mereka kesulitan menemukan buah-buahan tersebut dalam kondisi segar.
Sebagai solusinya, mereka memanfaatkan buah nanas, buah tropis lokal yang melimpah dan memiliki perpaduan rasa asam-manis yang serupa. Kue pai besar tersebut kemudian dimodifikasi menjadi bulatan-bulatan kecil agar lebih praktis disajikan dan disantap dalam sekali gigit.
Pada masa penjajahan, nastar termasuk kuliner mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan dan kaum priayi pada momen-momen hantaran spesial. Seiring berjalannya waktu, resep ini menyebar ke masyarakat luas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal.
Bagi masyarakat Indonesia, menyajikan nastar saat Lebaran merupakan bentuk penghormatan dan keramahan dalam menyambut silaturahmi sanak saudara. Menariknya, nastar tidak hanya populer saat Idul Fitri.
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa saat merayakan Tahun Baru Imlek, nastar disebut sebagai Ong Lai yang berarti buah pir emas. Warna kuningnya yang berkilau serta rasanya yang manis melambangkan kemakmuran, rezeki yang manis, dan keberuntungan yang melimpah di tahun yang baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....