Asal Mula Steak, dari Tradisi Memasak Daging hingga Hidangan Dunia
- 14 Sep 2026 07:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Steak kini dikenal sebagai salah satu hidangan daging yang populer di berbagai negara. Potongan daging yang dipanggang atau dimasak dengan panas tinggi ini hadir dalam beragam jenis, mulai dari sirloin, tenderloin, ribeye hingga berbagai olahan steak dengan saus dan pelengkap.
Namun, tahukah Anda bahwa sejarah steak ternyata memiliki perjalanan panjang dan tidak berasal dari satu negara saja?
Secara umum, steak berawal dari kebiasaan manusia memasak daging dengan menggunakan panas, terutama dengan cara memanggangnya di atas api. Tradisi memasak daging seperti ini sudah dikenal sejak masa lampau, jauh sebelum steak modern memiliki bentuk dan teknik penyajian seperti sekarang.
Istilah “steak” sendiri berkaitan dengan kata dalam bahasa Skandinavia kuno, steik, yang merujuk pada daging yang dipanggang. Istilah tersebut kemudian berkembang dalam bahasa-bahasa Eropa dan akhirnya dikenal luas sebagai steak.
Perkembangan steak semakin erat dengan budaya kuliner Eropa. Di Inggris, misalnya, tradisi mengolah daging sapi berkembang seiring meningkatnya konsumsi dan peternakan sapi. Daging kemudian dipotong menjadi bagian tertentu dan dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar.
Memasuki era modern, steak berkembang menjadi hidangan yang memiliki standar potongan, tingkat kematangan, serta teknik memasak tertentu. Restoran kemudian memperkenalkan berbagai pilihan tingkat kematangan, seperti rare, medium rare, medium, hingga well done.
| Baca juga: Sea Salt, Apa Bedanya dengan Garam Biasa? |
Perkembangan peternakan sapi dan perdagangan internasional juga membuat budaya steak menyebar ke berbagai belahan dunia. Amerika Serikat kemudian menjadi salah satu negara yang sangat identik dengan budaya steak, terutama melalui perkembangan industri peternakan dan restoran steak.
Di Indonesia sendiri, steak mengalami proses adaptasi dengan cita rasa lokal. Selain menggunakan daging sapi, restoran dan pelaku usaha kuliner menghadirkan berbagai pilihan saus serta pelengkap seperti kentang goreng, sayuran, saus lada hitam, saus jamur hingga sambal.
Menariknya, steak modern tidak hanya soal daging. Pemilihan bagian daging, kualitas bahan, ketebalan potongan, suhu memasak, hingga waktu istirahat daging setelah dimasak turut menentukan tekstur dan cita rasa.
Dari tradisi sederhana memanggang daging di atas api hingga menjadi hidangan restoran yang mendunia, steak menunjukkan bagaimana sebuah teknik memasak dapat berkembang mengikuti perjalanan budaya, teknologi, dan selera masyarakat.
Kini, steak bukan lagi sekadar hidangan daging panggang. Ia telah menjadi bagian dari budaya kuliner global yang terus berkembang dan beradaptasi dengan cita rasa masyarakat di berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....