Shawarma, Kuliner Khas Timur Tengah yang Populer Berkat Daging Panggang Berbumbu

  • 07 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Shawarma merupakan salah satu hidangan khas Timur Tengah yang dikenal luas sebagai makanan jalanan (street food). Kuliner ini berasal dari kawasan Levant, meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina, serta kini telah populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Shawarma dibuat dari daging ayam, sapi, domba, atau kalkun yang dimarinasi menggunakan berbagai rempah, seperti jintan, kapulaga, kayu manis, kunyit, bawang putih, hingga paprika. Setelah dimarinasi, potongan daging disusun bertumpuk pada tusuk besi vertikal berbentuk kerucut, kemudian dipanggang perlahan sambil diputar di depan sumber panas.

Saat bagian luar daging matang, lapisan tersebut diiris tipis-tipis. Proses pemanggangan secara bertahap membuat lemak dari lapisan atas meresap ke bagian bawah, sehingga menghasilkan tekstur daging yang lembut, juicy, dan kaya cita rasa.

Dalam penyajiannya, shawarma umumnya dibungkus menggunakan roti pita, laffa, atau roti Arab tipis. Isian biasanya dilengkapi dengan sayuran segar, seperti tomat, mentimun, dan selada, serta acar, bawang, hummus, saus tahini berbahan wijen, hingga kentang goreng.

Selain dalam bentuk gulungan, shawarma juga dapat disajikan di atas piring bersama nasi, salad, atau pelengkap lainnya, seperti falafel.

Secara etimologi, nama "shawarma" berasal dari kata Turki çevirme, yang berarti "berputar". Nama tersebut merujuk pada teknik memasak daging yang dipanggang sambil berputar pada tusuk vertikal. Metode ini berkembang pada masa Kekaisaran Ottoman pada abad ke-19 melalui hidangan döner kebab, yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat Timur Tengah menjadi shawarma.

Di Indonesia, shawarma kerap disebut sebagai kebab. Padahal, secara tradisional istilah "kebab" memiliki makna yang lebih luas dan mencakup berbagai olahan daging panggang, termasuk daging yang ditusuk seperti sate. Sementara itu, shawarma merupakan salah satu jenis kebab dengan ciri khas daging yang dipanggang pada tusuk vertikal dan disajikan dalam balutan roti.

Perpaduan daging berbumbu, sayuran segar, dan saus khas menjadikan shawarma memiliki cita rasa gurih, aromatik, dan seimbang. Varian ayam menjadi pilihan yang paling populer di berbagai negara karena rasanya yang ringan dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....