Kue Meihwa Jajanan Tradisional Bali Sarat Nilai Budaya
- 10 Feb 2026 12:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kue tradisional Bali tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga karena nilai budaya yang melekat di dalamnya. Salah satu jajanan yang masih bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional adalah kue meihwa.
Kue meihwa memiliki bentuk menyerupai bunga dengan tampilan sederhana namun menarik. Nama meihwa dipercaya berasal dari pengaruh budaya Tionghoa, yaitu mei hua yang berarti bunga plum, sehingga bentuk kue yang menyerupai bunga menjadi ciri paling mudah dikenali. Meski tidak sepopuler jajanan modern, kue meihwa tetap memiliki tempat tersendiri dalam tradisi kuliner masyarakat Bali.
Kue meihwa umumnya dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, santan, gula, dan telur, kemudian dicetak menggunakan cetakan khusus berbentuk bunga sebelum dikukus atau dipanggang. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang ringan, sehingga cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi.
Kesederhanaan bahan dan proses pembuatannya mencerminkan karakter jajanan tradisional yang mengutamakan rasa alami tanpa banyak tambahan bahan modern. Inilah yang membuat kue meihwa tetap disukai oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang menyukai cita rasa tradisional.
Dalam perkembangannya, kue meihwa tidak hanya hadir sebagai jajanan pasar, tetapi juga kerap digunakan sebagai hidangan pelengkap dalam acara keluarga maupun kegiatan adat tertentu. Bentuknya yang menyerupai bunga sering dimaknai sebagai simbol keindahan, harapan baik, dan kebersamaan. Keberadaan kue ini juga menunjukkan adanya akulturasi budaya yang sudah berlangsung lama di Bali, di mana pengaruh luar dapat berbaur dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan identitas asli masyarakatnya.
Namun, seperti banyak jajanan tradisional lainnya, kue meihwa kini mulai jarang ditemukan, terutama di daerah perkotaan. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya minat terhadap makanan praktis membuat keberadaan kue tradisional perlahan tersisih. Padahal, menjaga keberlangsungan kuliner seperti kue meihwa berarti ikut merawat warisan budaya yang telah ada sejak lama.
Melalui pengenalan kembali dan apresiasi terhadap jajanan tradisional, generasi muda diharapkan tetap mengenal dan melestarikan kekayaan kuliner lokal yang sarat sejarah dan makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....