Lempog Singkong Gula Merah, Warisan Kuliner Tradisional
- 06 Feb 2026 15:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Buleleng - Di tengah gempuran tren makanan kekinian yang serba estetik, kuliner tradisional ternyata belum kehilangan taringnya. Salah satunya adalah Kue Lempog.
Kudapan sederhana berbahan dasar ubi ketela pohon (singkong) dan gula merah ini menawarkan sensasi rasa manis legit nan autentik. Lempog bukan sekadar makanan pengganjal perut. Bagi banyak orang, sajian ini adalah mesin waktu yang membawa kenangan masa kecil di pedesaan.
Proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional menjadi nilai jual tersendiri di mata para penikmat kuliner. Keunikan Lempog terletak pada teksturnya yang kenyal namun lembut saat digigit. Rahasianya ada pada proses penumbukan singkong yang telah dikukus hingga benar-benar kalis.
Beberapa elemen utama yang membuat Lempog begitu diminati, karena menggunakan ketela pohon jenis mentega yang memiliki tekstur empuk dan warna kuning alami yang cantik. Campuran gula merah (gula kelapa/aren) memberikan warna cokelat keemasan yang menggugah selera.
Sebagai penyempurna, parutan kelapa muda dengan sedikit garam memberikan kontras rasa gurih yang menyeimbangkan manisnya gula merah. Dahulu, Lempog mungkin hanya bisa ditemui di pasar-pasar tumpah atau dapur-dapur rumah di pelosok desa. Namun, saat ini Lempog mulai naik kelas.
Banyak pengusaha kuliner lokal yang mengemasnya secara lebih modern tanpa mengurangi cita rasa aslinya. Dengan harga yang terjangkau, Lempog membuktikan bahwa kemewahan rasa tidak selalu harus datang dari bahan-bahan impor. Cukup dengan singkong, gula merah dan kelapa parut, warisan leluhur ini tetap mampu bersaing dan memanjakan lidah masyarakat lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....