Manisan Tradisional, Cara Manis Mengawetkan Buah

  • 28 Jan 2026 11:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Manisan adalah olahan buah yang diawetkan dengan gula, menghasilkan cita rasa manis dengan sedikit sentuhan asam. Sejak lama, manisan dikenal sebagai cara tradisional untuk memperpanjang umur simpan buah sekaligus mengolah hasil panen agar tidak terbuang.

Secara umum, manisan dibagi menjadi dua jenis, yakni manisan basah dan manisan kering. Manisan basah biasanya disajikan dalam bentuk potongan buah yang terendam larutan gula, sementara manisan kering melalui proses pengeringan sehingga teksturnya lebih kenyal dan tahan lama.

Beragam buah lokal sering diolah menjadi manisan, seperti mangga, pepaya, pala, salak, hingga cermai. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, baik dari jenis buah maupun kadar manis yang digunakan. Manisan pala dari Bogor, misalnya, dikenal memiliki aroma kuat dengan rasa manis-asam yang seimbang.

Proses pembuatan manisan relatif mudah, tetapi membutuhkan ketelatenan. Buah dikupas, direndam air garam atau kapur sirih agar teksturnya tetap renyah, lalu dimasak atau direndam dalam larutan gula. Semakin lama proses perendaman, semakin kuat rasa manis yang meresap.

Manisan kerap hadir dalam momen tertentu, seperti hari raya atau acara keluarga. Selain rasanya yang disukai banyak orang, manisan juga dianggap praktis dan mudah disimpan. Namun, kandungan gulanya yang tinggi membuat manisan sebaiknya dikonsumsi secukupnya.

Di era sekarang, manisan mengalami banyak inovasi. Penggunaan gula rendah kalori, kemasan modern, hingga kombinasi rasa baru menjadi upaya agar jajanan tradisional ini tetap relevan dan diminati generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....