Manfaat Minum Jamu, Minuman Tradisional yang Tetap Relevan di Zaman Sekarang
- 07 Okt 2026 15:08 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Jamu tradisional masih memiliki tempat tersendiri di tengah banyaknya pilihan minuman kekinian yang beredar di pasaran.
- Rasa khasnya yang pahit, asam, dan pedas memberikan karakter unik yang membedakan jamu dari minuman kesehatan modern.
- Masyarakat Indonesia telah mengenal dan mengonsumsi jamu seperti kunyit asam, beras kencur, temulawak, dan jahe sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari jauh sebelum minuman kesehatan kemasan modern tersedia.
RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah banyaknya pilihan minuman kekinian, jamu ternyata masih punya tempat tersendiri. Rasanya memang identik dengan pahit, asam, atau sedikit pedas, tetapi justru itu yang membuat jamu punya karakter berbeda.
Jauh sebelum minuman kesehatan hadir dalam berbagai kemasan modern, masyarakat Indonesia sudah mengenal jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ada kunyit asam, beras kencur, temulawak, hingga jahe yang sering diminum untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
Lalu, apa saja manfaat minum jamu?
1. Membantu menjaga daya tahan tubuh
Beberapa bahan yang sering digunakan dalam jamu, seperti jahe, kunyit, dan temulawak, mengandung senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas. Karena itu, mengonsumsi jamu dalam jumlah yang wajar bisa menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola hidup sehat.
Tentu saja, jamu bukan pengganti makanan bergizi atau obat ketika sedang sakit. Tetap perlu diimbangi dengan makan bergizi, tidur cukup, dan aktivitas fisik.
2. Membantu menghangatkan tubuh
Kalau sedang merasa kurang enak badan atau kedinginan, minuman berbahan jahe sering menjadi pilihan.
Jahe memberikan sensasi hangat sekaligus memiliki senyawa aktif seperti gingerol. Tak heran kalau wedang jahe atau jamu berbahan jahe cukup populer, terutama saat tubuh terasa kurang nyaman.
3. Membantu menjaga pencernaan
Beras kencur dan beberapa jenis jamu lainnya secara tradisional juga dikonsumsi untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
Namun, respons setiap orang bisa berbeda. Jadi, jangan langsung menganggap semua jenis jamu pasti cocok untuk kondisi pencernaan tertentu.
4. Mengandung senyawa alami yang bermanfaat
Kunyit, misalnya, mengandung kurkumin yang banyak diteliti karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sementara itu, temulawak juga dikenal sebagai tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif seperti kurkuminoid dan xanthorrhizol.
Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti semakin banyak jamu yang diminum maka semakin baik. Konsumsi tetap perlu memperhatikan jenis, jumlah, dan kondisi tubuh masing-masing.
5. Bisa menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat
Minum jamu tidak harus menunggu sakit. Bagi sebagian orang, jamu justru menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kebugaran.
Yang penting, pilih jamu yang bersih dan dibuat dengan bahan yang aman. Kalau membeli jamu kemasan, perhatikan juga label dan izin edarnya.
Jadi, masih mau bilang jamu itu kuno?
Di tengah tren minuman modern yang terus bermunculan, jamu justru menunjukkan bahwa minuman tradisional Indonesia masih bisa bertahan. Bukan cuma soal warisan budaya, tetapi juga tentang bagaimana bahan-bahan lokal dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski punya berbagai potensi manfaat, jamu tetap bukan “minuman ajaib” yang bisa menyembuhkan semua penyakit. Konsumsi secukupnya dan tetap jadikan pola hidup sehat sebagai fondasi utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....