Dulu Dianggap Semak Liar, Pohon Jeruju Kini Jadi Solusi Pengobatan Alternatif

  • 05 Okt 2026 11:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pohon jeruju (Acanthus ilicifolius), tanaman bakau berduri yang biasa tumbuh liar di rawa-rawa berlumpur, kini mulai naik daun. Tanaman pesisir ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan dari bagian akar hingga daunnya, sehingga banyak diburu warga sebagai obat herbal keluarga.

Salah seorang warga Desa Budeng, Jembrana, Bali, bernama Wayan Darma, membuktikan sendiri khasiatnya. Ia menceritakan bahwa tidak ada bagian pohon jeruju yang terbuang sia-sia karena semuanya berkhasiat.

Cara mengolahnya pun sangat sederhana. Warga cukup mengeringkan bagian pohon jeruju, lalu menyeduhnya dengan air panas layaknya teh biasa. Cara tradisional ini dinilai menjadi solusi pengobatan alternatif yang sangat praktis dan ramah di kantong masyarakat.

Wayan Darma menjelaskan bahwa ia dan warga sekitar masih mengandalkan jeruju liar yang tumbuh alami di pesisir, bukan hasil budidaya. Biasanya, tanaman ini hanya dipetik untuk konsumsi sendiri atau dibagikan gratis kepada kerabat yang membutuhkan pengobatan alternatif.

Namun, karena khasiatnya makin terkenal, buah jeruju kini mulai punya nilai jual. Warga biasa menjual buah jeruju segar seharga Rp50.000 per 100 biji. Sementara untuk buah yang sudah dikeringkan, harganya sedikit lebih mahal, yaitu Rp60.000 per 100 biji.

Bagian buah memang yang paling banyak diburu warga karena fungsinya beragam. "Buah jeruju ini banyak khasiatnya, bisa untuk mengobati kanker, bisul, darah tinggi (tensi), dan meredakan kebas-kebas. Yang penting kita rutin mengonsumsinya," ujar Wayan Darma.

Selain buah, daun jeruju juga dimanfaatkan untuk kesehatan dengan cara dijemur terlebih dahulu lalu direbus. Sementara itu, bagian akarnya juga dipercaya memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina tubuh secara alami.

Khasiat jeruju yang dirasakan warga ternyata bukan sekadar mitos. Berbagai penelitian ilmiah resmi, seperti yang dimuat dalam jurnal ResearchGate dan Sains Medisina, membuktikan bahwa tanaman ini kaya akan senyawa alami yang baik untuk tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin.

Berdasarkan uji klinis di laboratorium, senyawa-senyawa ini terbukti punya efek medis yang kuat. Salah satunya bekerja mirip obat pereda nyeri medis, yang ampuh meredakan bengkak dan sakit akibat rematik atau otot kebas. Tidak hanya itu, kandungan alami pada daun dan buah jeruju juga diketahui bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker serta tumor secara alami.

Manfaat jeruju tidak sampai di situ. Tanaman ini juga kaya antioksidan yang bagus untuk menjaga daya tahan tubuh, merawat kulit, dan mempercepat penyembuhan bisul. Selain itu, kandungan antibakterinya ampuh menyembuhkan luka infeksi serta mengatasi gangguan pencernaan. Bahkan, penelitian internasional mencatat jeruju bisa melindungi fungsi hati, menjaga tekanan darah (tensi), dan mengontrol gula darah bagi penderita diabetes.

Meski kaya manfaat, platform kesehatan seperti Alodokter dan Halodoc mengingatkan agar masyarakat tetap bijak mengonsumsi tanaman liar ini. Karena mengandung zat aktif, konsumsi herbal yang tidak sesuai dosis atau tanpa standar BPOM berisiko memicu efek samping atau salah takaran. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter tetap sangat disarankan agar konsumsinya aman bagi tubuh.

Dengan bukti ilmiah yang kuat dan cara olah yang simpel seperti teh seduh, jeruju punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi andalan warga pesisir. Selain bisa mendatangkan keuntungan finansial, tanaman ini juga menjadi solusi sehat yang murah berkat kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....