Tanaman Kecubung: antara Obat Tradisional atau Racun Berbahaya
- 14 Apr 2026 07:53 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanaman kecubung (nama ilmiah: Datura metel) adalah tumbuhan berbunga dari keluarga Solanaceae (keluarga terong-terongan). Ia sering disebut juga sebagai "bunga terompet" atau "terompet setan" karena bentuk bunganya yang khas.
Ciri-ciri Tanaman Kecubung
-Bentuk tanaman: Semak atau perdu tahunan/perdu pendek yang bisa tumbuh hingga sekitar 1–2 meter.
-Daun: Hijau, berbentuk oval lebar, dengan tepi bergerigi atau lobed.
-Bunga: Besar, berbentuk trompet (terompet) atau lonceng yang menjuntai, biasanya berwarna putih, ungu, atau krem. Ada varietas hibrida dengan warna lain. Bunga mekar terutama di malam hari atau sore.
-Buah: Bulat seperti bola tenis, berwarna hijau, dan permukaannya penuh duri tajam (makanya disebut thornapple). Di dalamnya berisi banyak biji hitam.
-Habitat: Tumbuh liar di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, tanah berpasir, dan iklim panas/tropis. Di Indonesia, sering ditemukan di pekarangan rumah, pinggir jalan, atau semak-semak.
Tanaman ini mudah dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah dan harum.
Kandungan Kimia
Semua bagian tanaman kecubung (daun, bunga, batang, akar, buah, dan biji) mengandung alkaloid tropana seperti:
-Atropin
-Skopolamin
-Hiosiamin
Senyawa ini bersifat antikolinergik dan bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis sangat kecil dan tepat, bisa digunakan secara medis, tapi dosis berlebih sangat beracun.
Manfaat Tradisional
Secara tradisional di Indonesia (misalnya di Madura, Aceh, dll.), kecubung dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk:
-Mengobati rematik, asam urat, memar, luka, sakit gigi, demam, asma, dan bisul.
-Efek antibakteri, antiinflamasi, analgesik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam).
Beberapa penelitian juga menyebut potensi sebagai insektisida alami atau bahan obat lain. Namun penggunaannya harus sangat hati-hati dan di bawah pengawasan ahli.
Bahaya dan Efek Samping
Kecubung sangat beracun dan sering disalahgunakan karena efek halusinogennya (menyebabkan halusinasi, delirium, euforia, atau "mabuk" yang mirip obat bius). Efek negatif yang bisa muncul:
-Halusinasi visual/auditori yang intens (bisa menakutkan atau menyebabkan paranoia).
-Mulut kering, pupil melebar, jantung berdebar (takikardia), dehidrasi, kebingungan, kejang.
-Dalam kasus parah: koma, gangguan penglihatan permanen, atau kematian.
-Biji dan buahnya paling berbahaya; bahkan BNN pernah menyebut efeknya bisa lebih berisiko daripada beberapa narkotika jika disalahgunakan.
Peringatan penting: Jangan pernah mengonsumsi bagian apa pun dari tanaman ini secara sembarangan, terutama buah atau bijinya. Banyak kasus keracunan di Indonesia akibat orang mencoba "mabuk kecubung". Jika ada keracunan, segera ke dokter; penanganan biasanya dengan cairan banyak dan perawatan suportif.Tanaman ini indah sebagai hiasan, tapi harus ditanam jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....