Jangan Berlebihan! Makanan Ini yang Membuat Kolesterol Naik

  • 31 Agt 2026 10:01 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Buleleng - Kolesterol merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh untuk membantu membentuk sel dan hormon. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, terutama kolesterol jahat atau LDL, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar kolesterol adalah pola makan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, serta makanan berkalori tinggi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Bukan berarti harus menghindari seluruh makanan favorit, tetapi mengatur porsi dan frekuensi konsumsinya. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

1. Gorengan

Gorengan menjadi salah satu makanan yang perlu dibatasi. Proses penggorengan membuat makanan menyerap minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya meningkat.

Penggunaan minyak secara berulang juga dapat meningkatkan terbentuknya lemak trans. Konsumsi lemak trans dapat meningkatkan LDL sekaligus menurunkan HDL atau kolesterol baik.

Tahu goreng, tempe goreng, bakwan, pisang goreng hingga ayam goreng sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.

2. Daging Berlemak

Daging merah seperti daging sapi dan kambing dapat menjadi sumber protein. Namun, bagian daging yang memiliki banyak lemak mengandung lemak jenuh yang perlu dibatasi.

Memilih bagian daging yang lebih rendah lemak dapat menjadi alternatif. Konsumsi daging juga sebaiknya diimbangi dengan sayuran dan sumber serat lainnya.

3. Jeroan

Hati, usus, paru, babat dan organ dalam hewan lainnya termasuk makanan yang perlu diperhatikan bagi orang yang sedang menjaga kadar kolesterol.

Beberapa jenis jeroan mengandung kolesterol dan lemak yang cukup tinggi. Konsumsi dalam jumlah banyak dan terlalu sering dapat menjadi bagian dari pola makan yang meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

4. Makanan Cepat Saji

Burger, pizza, ayam goreng cepat saji, kentang goreng dan makanan sejenisnya umumnya mengandung kalori, lemak jenuh dan garam yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan LDL dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

5. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, bacon dan produk olahan daging lainnya juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.

Selain dapat mengandung lemak jenuh, produk tersebut umumnya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Sebagai pilihan, masyarakat dapat memperbanyak sumber protein seperti ikan, tahu dan tempe.

6. Produk Susu Tinggi Lemak

Mentega, krim, keju tinggi lemak dan susu full cream termasuk produk yang mengandung lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, asupan lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL.

Pilihan rendah lemak dapat digunakan sebagai alternatif dalam pola makan sehari-hari.

7. Makanan Bersantan

Makanan bersantan seperti gulai, rendang dan berbagai masakan lainnya juga perlu dikonsumsi secara bijak.

Santan mengandung lemak jenuh sehingga penggunaan santan dalam jumlah banyak dan terlalu sering perlu diperhatikan. Cara pengolahan makanan juga penting, terutama jika masakan bersantan sekaligus menggunakan banyak minyak atau digoreng.

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik secara rutin juga penting untuk mendukung kesehatan jantung. Namun, olahraga tidak berarti dapat menghilangkan seluruh dampak dari kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan.

Dengan menerapkan pola makan seimbang dan membatasi makanan tinggi lemak jenuh serta lemak trans, kadar kolesterol dapat lebih terkontrol. Pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala juga penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....