Kesehatan Mental Ibu Jadi Fondasi Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas

  • 08 Jul 2026 09:04 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Perempuan perlu mempersiapkan kesehatan sejak masa remaja dengan memahami kesehatan reproduksi, menjaga pola hidup sehat, dan membangun kesiapan mental sebelum menikah.
  • Kesehatan mental ibu pasca melahirkan sangat penting karena perubahan hormon dapat memicu baby blues yang berkembang menjadi depresi pascamelahirkan jika tidak ditangani.
  • Dukungan suami, keluarga, dan lingkungan dalam bentuk apresiasi, membantu merawat bayi, dan mendengarkan keluh kesah mempercepat pemulihan fisik dan emosional ibu.
  • Kesejahteraan psikologis ibu menentukan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak di masa depan, namun perhatian masyarakat sering kali hanya tertuju pada bayi baru lahir.

RRI.CO.ID, Singaraja – Upaya menciptakan generasi yang sehat tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari kondisi fisik, mental, dan emosional seorang ibu. Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Anak Agung Putri Melastini, menurutnya, ibu memiliki peran sentral dalam membangun lingkungan keluarga yang positif sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, perempuan perlu mempersiapkan diri sejak masa remaja dengan memahami kesehatan reproduksi, menjaga pola hidup sehat, serta membangun kesiapan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan dan menjadi seorang ibu.

Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi perempuan saat ini, mulai dari tuntutan ekonomi, kesibukan bekerja, hingga tekanan sosial, kerap membuat ibu mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Padahal, ibu yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan peran dalam kehidupan berkeluarga.

"Perempuan perlu mengenal dirinya sejak remaja, memahami kebutuhan tubuh, menjaga kesehatan reproduksi, hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga dengan baik. Semua itu menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat," ujarnya.

Selain kesiapan sebelum menikah, Putri juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu setelah melahirkan. Ia menjelaskan bahwa perubahan hormon pada masa kehamilan hingga pascapersalinan dapat memicu kondisi baby blues yang apabila tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi depresi pascamelahirkan.

Karena itu, dukungan dari suami, keluarga, maupun lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental ibu. Bentuk dukungan sederhana seperti memberikan apresiasi, membantu merawat bayi, hingga mendengarkan keluh kesah ibu dapat mempercepat proses pemulihan fisik maupun emosional.

Menurutnya, perhatian masyarakat sering kali hanya tertuju pada bayi yang baru lahir, sementara kondisi ibu justru terabaikan. Padahal, kesejahteraan psikologis ibu sangat menentukan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak di masa depan.

Putri juga mengajak para perempuan untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan, keterampilan, kemampuan mengelola emosi, serta membangun lingkungan sosial yang positif. Dengan menjadi perempuan yang berdaya dan bahagia, seorang ibu akan mampu menciptakan keluarga yang harmonis sekaligus melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....