Rontgen Gigi Tidak Dilakukan Sembarangan, Dokter Jelaskan Indikasinya
- 07 Jul 2026 08:17 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemeriksaan rontgen gigi tidak dilakukan kepada semua pasien, hanya pada kondisi tertentu ketika pemeriksaan biasa belum mampu memastikan penyebab keluhan pasien.
- Terdapat dua jenis pemeriksaan rontgen gigi: intraoral untuk melihat satu atau beberapa gigi secara rinci (waktu kurang dari 1 menit) dan panoramik untuk gambaran menyeluruh rahang dan rongga mulut (5-10 menit).
- Teknologi rontgen digital modern menghasilkan gambar lebih cepat dengan paparan radiasi yang lebih rendah dibandingkan teknologi konvensional, dan tetap mempertimbangkan kondisi khusus seperti pasien hamil.
RRI.CO.ID, Singaraja – Pemeriksaan rontgen gigi tidak dilakukan kepada seluruh pasien yang datang ke dokter gigi. Tindakan tersebut hanya dilakukan pada kondisi tertentu ketika pemeriksaan biasa belum mampu memastikan penyebab keluhan pasien.
Dokter gigi drg. Elita Theofany Juliawan menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap setiap sakit gigi harus menjalani rontgen. Padahal, keputusan melakukan pemeriksaan radiografi bergantung pada hasil pemeriksaan dokter.
"Tidak semua pasien harus dirontgen. Pemeriksaan ini hanya dilakukan bila memang diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis setelah pemeriksaan klinis dilakukan," katanya.
Menurutnya, rontgen sering dibutuhkan pada kasus gigi berlubang yang diduga sudah mengenai saraf, posisi gigi bungsu yang tertanam di dalam rahang, maupun ketika dokter mencurigai adanya kelainan yang tidak terlihat secara langsung.
Melalui gambar radiografi, dokter dapat mengetahui tingkat kerusakan gigi, posisi akar, hingga kondisi jaringan di sekitar gigi sehingga dapat menentukan jenis perawatan yang paling sesuai.
Drg. Elita juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis rontgen gigi. Pemeriksaan intraoral digunakan untuk melihat satu atau beberapa gigi secara lebih rinci, sedangkan pemeriksaan panoramik digunakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi rahang dan rongga mulut.
Proses pemeriksaannya pun relatif singkat. Untuk rontgen intraoral biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari satu menit, sedangkan pemeriksaan panoramik memerlukan sekitar lima hingga sepuluh menit karena membutuhkan pengaturan posisi pasien.
"Setelah hasil rontgen diperoleh, barulah dokter menggabungkan hasil wawancara, pemeriksaan klinis, dan foto rontgen untuk menentukan diagnosis serta rencana perawatan yang paling tepat," ucapnya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi membuat alat rontgen digital mampu menghasilkan gambar lebih cepat dengan paparan radiasi yang semakin rendah dibandingkan teknologi konvensional.
Meski demikian, dokter tetap mempertimbangkan kondisi khusus, seperti pasien yang sedang hamil, karena pemeriksaan radiografi hanya dilakukan apabila manfaat medisnya benar-benar lebih besar daripada potensi risikonya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa rontgen gigi bukan tindakan yang perlu ditakuti, melainkan bagian dari pemeriksaan medis yang membantu dokter memberikan penanganan secara lebih akurat, efektif, dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....