Pesona Kayu Manis, Rempah Aromatik Andalan Indonesia

  • 06 Jul 2026 15:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Pohon kayu manis merupakan tanaman penghasil rempah aromatik yang telah lama dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bahan minuman, hingga obat tradisional. Tanaman ini berasal dari genus Cinnamomum dalam famili Lauraceae, dengan dua spesies yang paling dikenal, yakni Cinnamomum verum atau kayu manis Ceylon dan Cinnamomum burmannii yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Di Indonesia, Cinnamomum burmannii atau kayu manis Korintje menjadi varietas yang paling umum ditemukan. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Sumatera Barat, Jambi, terutama wilayah Kerinci, serta sejumlah daerah lainnya, dan menjadi salah satu komoditas ekspor rempah yang bernilai tinggi.

Pohon kayu manis termasuk tanaman hijau sepanjang tahun (evergreen) yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 7–15 meter dengan diameter batang sekitar 30 sentimeter. Daunnya berwarna hijau mengilap, memiliki aroma khas, serta memperlihatkan tulang daun yang jelas.

Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai rempah adalah kulit batang bagian dalam. Setelah dipanen, kulit tersebut dikeringkan hingga menggulung secara alami membentuk batang kayu manis (cinnamon stick) atau diolah menjadi bubuk yang banyak digunakan dalam berbagai produk pangan.

Selain kulit batang, pohon kayu manis juga menghasilkan bunga berukuran kecil berwarna putih kekuningan dan buah berbentuk bulat kecil yang akan berubah menjadi ungu kehitaman saat matang.

Kayu manis tumbuh optimal di daerah beriklim tropis dengan curah hujan sekitar 2.000–2.500 milimeter per tahun, pada ketinggian 500–1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini memerlukan tanah yang subur dengan drainase yang baik agar dapat berkembang secara optimal.

Dalam dunia kuliner, kayu manis menjadi salah satu rempah favorit karena memberikan aroma dan cita rasa khas pada berbagai hidangan, mulai dari makanan penutup, roti, kue, hingga minuman seperti teh dan kopi.

Selain sebagai bumbu masakan, kayu manis juga dimanfaatkan dalam industri pangan, kosmetik, parfum, serta minyak atsiri. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam kayu manis memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Beberapa studi juga mengindikasikan potensi kayu manis dalam membantu menjaga kadar gula darah sebagai bagian dari pola hidup sehat. Namun, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen dan pengekspor kayu manis terbesar di dunia. Untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil panen, pemerintah juga telah melepas sejumlah varietas unggul, di antaranya Zeyna Agribun dan Koerintji.

Dengan aroma yang khas dan beragam manfaatnya, kayu manis tidak hanya menjadi rempah penting dalam kuliner, tetapi juga merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.(RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....