Dampak Ruangan Ber-AC Terhadap Kesehatan Mata dan Kulit

  • 23 Jun 2026 10:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penggunaan pendingin ruangan atau AC kini menjadi kebutuhan utama masyarakat perkantoran untuk menjaga kenyamanan kerja harian. Namun, berada di ruangan ber-AC terlalu lama memiliki dampak tersembunyi bagi kesehatan fisik kita.

Kelembapan udara yang rendah di dalam ruangan ber-AC mempercepat penguapan air pada lapisan permukaan mata dan kulit. Kondisi ini sering kali memicu gejala mata kering serta kulit yang terasa bersisik dan gatal.

Mata kering yang tidak ditangani dapat menyebabkan iritasi ringan, kemerahan, hingga penurunan fokus saat menatap layar komputer. Kurangnya kelembapan juga membuat pelindung alami kulit menjadi lebih rapuh terhadap paparan bakteri.

Gejala awal biasanya diabaikan karena dianggap sebagai kelelahan biasa setelah beraktivitas seharian di depan laptop. Padahal, penurunan hidrasi lokal ini memerlukan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi lanjutan.

Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, konsumsi air putih harian harus tetap terpenuhi meskipun tidak merasa haus. Penggunaan pelembap kulit secara berkala juga sangat membantu untuk mengunci hidrasi jaringan epidermis.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI, menjaga kualitas udara dalam ruangan sangat memengaruhi kesehatan organ luar tubuh. Masyarakat diimbau untuk menjaga ventilasi udara tetap seimbang agar sirkulasi oksigen berjalan dengan baik.

Pemerintah melalui puskesmas setempat terus mengedukasi pekerja kantoran mengenai pentingnya istirahat berkala bagi kesehatan mata. Pengaturan suhu AC yang ideal berkisar antara 24 hingga 26 derajat Celsius untuk kenyamanan tubuh.

Penyesuaian kebiasaan harian ini akan membantu menjaga kebugaran fisik tetap optimal selama jam kerja berlangsung. Perlindungan terhadap kelembapan alami tubuh merupakan investasi sederhana untuk kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....