Batasi Gula sejak Dini, Investasi Kesehatan Anak di Masa Depan
- 12 Jun 2026 22:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Konsumsi gula berlebih pada anak usia dini perlu mendapat perhatian serius dari orang tua dan guru. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat berdampak panjang terhadap kesehatan anak, termasuk meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan fungsi ginjal.
Hal tersebut disampaikan Bidan dan akademisi, Sumiati, menurutnya, anak-anak cenderung menyukai rasa manis karena gula dapat memicu rasa senang pada otak sehingga berpotensi menimbulkan ketergantungan.
"Kalau kita dapat mengurangi gula sejak dini, sebenarnya kita sedang berinvestasi untuk kesehatan anak jangka panjang," ujar Sumi.
Ia menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan pada anak kurang dari 10 persen kebutuhan kalori harian. Untuk anak usia 2–4 tahun, konsumsi gula maksimal sekitar empat sendok teh atau 15–16 gram per hari.
Sumi mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas yang berujung pada resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berisiko merusak pembuluh darah kecil pada ginjal dan menurunkan fungsi organ tersebut.
Karena itu, ia mengajak orang tua dan guru untuk lebih cermat mengawasi pola makan anak, termasuk membatasi makanan kemasan yang mengandung gula tambahan tinggi serta membiasakan konsumsi makanan alami seperti buah-buahan.
"Menjaga pola makan anak sehat adalah investasi untuk kesehatan anak jangka panjang. Tidak apa-apa lebih repot sekarang daripada harus menghadapi dampaknya di kemudian hari," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....