Umur Berapa Bayi Bisa Berjalan? Kenali Tanda-Tanda dan Cara Melatihnya dengan Aman
- 11 Jun 2026 13:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Momen pertama kali bayi melangkahkan kaki menjadi salah satu fase tumbuh kembang yang paling ditunggu oleh orang tua. Namun, banyak orang tua yang masih bertanya-tanya, sebenarnya umur berapa bayi bisa berjalan? Para ahli menyebutkan bahwa sebagian besar bayi mulai belajar berjalan pada usia 9 hingga 18 bulan, dan umumnya sudah mampu berjalan sendiri paling lambat pada usia 18 bulan atau sekitar 1,5 tahun.
Meski demikian, setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Karena itu, orang tua tidak perlu khawatir apabila si kecil belum bisa berjalan di usia satu tahun. Selama perkembangan motorik lainnya berjalan dengan baik, kondisi tersebut masih tergolong normal.
Sebelum mampu berjalan mandiri, bayi biasanya menunjukkan beberapa tanda kesiapan. Salah satunya adalah mampu berdiri tanpa bantuan selama beberapa detik. Selain itu, bayi mulai senang merambat di sepanjang sofa, meja, atau dinding sambil berpegangan. Kaki yang sudah mampu menopang berat badan dengan kuat saat berdiri juga menjadi indikator bahwa otot dan keseimbangannya semakin berkembang.
Tanda lain yang sering terlihat adalah keberanian bayi untuk melangkah dengan bantuan orang tua. Bayi yang mulai aktif bergerak dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya juga umumnya sedang memasuki fase persiapan berjalan. Pada tahap ini, orang tua dapat memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan motorik si kecil.
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membantu bayi belajar berjalan. Orang tua dapat mengajak bayi bergerak lebih aktif dengan memanggilnya dari jarak dekat atau menuntunnya berjalan perlahan sambil memegang kedua tangannya. Memberikan kesempatan bermain di lantai juga sangat dianjurkan karena dapat membantu memperkuat otot kaki, punggung, dan perut yang berperan penting dalam proses berjalan.
Selain itu, orang tua dapat melatih bayi berdiri tegak secara bertahap serta menciptakan area bermain yang aman dan nyaman. Furnitur yang kokoh dapat dimanfaatkan sebagai pegangan saat bayi belajar merambat. Memberikan pujian dan dukungan saat bayi mencoba melangkah juga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Penggunaan mainan dorong atau push walker yang aman juga bisa menjadi alternatif latihan. Namun, para ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan baby walker karena dinilai dapat mengganggu perkembangan motorik dan meningkatkan risiko cedera pada bayi. Sebaliknya, latihan berjalan tanpa alas kaki justru lebih disarankan karena dapat membantu memperkuat otot kaki sekaligus meningkatkan keseimbangan tubuh secara alami.
Orang tua juga dapat mengajak bayi berlatih berjalan bersama secara bergantian antara ayah dan ibu dengan jarak tertentu. Aktivitas sederhana ini tidak hanya melatih koordinasi dan keseimbangan, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Selain stimulasi yang tepat, pemenuhan nutrisi yang seimbang serta menjaga kesehatan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan juga menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan pendampingan yang sabar dan konsisten, setiap bayi akan mencapai tahap berjalan sesuai dengan kesiapan dan perkembangan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....