Waspadai Overstimulasi, ketika Terlalu Banyak Rangsangan Justru Jadi Masalah

  • 30 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Memberikan stimulasi seperti mengajak bayi berbicara, bermain, atau melakukan tummy time memang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, tidak banyak orang tua menyadari bahwa stimulasi yang berlebihan justru bisa berdampak sebaliknya. Kondisi ini dikenal sebagai overstimulasi, yaitu ketika bayi menerima terlalu banyak rangsangan hingga membuatnya kewalahan.

Overstimulasi terjadi karena sistem saraf bayi yang masih berkembang belum mampu memproses berbagai rangsangan sekaligus, seperti suara, cahaya, sentuhan, maupun aktivitas fisik. Akibatnya, bayi bisa merasa lelah, gelisah, bahkan rewel tanpa sebab yang jelas. Dalam kondisi ini, tubuh bayi juga dapat merespons dengan meningkatkan hormon stres, yang berpengaruh pada kenyamanan dan kualitas tidurnya.

Berbagai hal sederhana dalam keseharian ternyata bisa menjadi pemicu overstimulasi. Lingkungan yang terlalu ramai, suara bising, cahaya terang, hingga terlalu sering berpindah tangan saat digendong dapat membuat bayi tidak nyaman. Selain itu, terlalu banyak aktivitas dalam waktu singkat, perubahan rutinitas, serta paparan layar sejak dini juga dapat memperburuk kondisi ini. Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, sehingga ada yang lebih mudah mengalami overstimulasi dibandingkan yang lain.

Tanda-tanda overstimulasi sering kali terlihat dari perubahan perilaku bayi. Bayi bisa menangis lebih keras dan sulit ditenangkan, memalingkan wajah, mengepalkan tangan, atau menolak kontak. Beberapa bayi juga tampak sangat lelah tetapi justru sulit tidur, bahkan menolak menyusu. Respons ini merupakan cara bayi “berkomunikasi” bahwa ia membutuhkan jeda dari berbagai rangsangan yang diterimanya.

Jika tidak segera diatasi, overstimulasi dapat membuat bayi semakin rewel dan sulit beristirahat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk segera menenangkan bayi dengan cara sederhana, seperti membawanya ke tempat yang lebih tenang, mengurangi cahaya dan suara, serta memberikan sentuhan lembut atau pelukan. Menyusui atau menggendong dengan perlahan juga dapat membantu bayi merasa lebih aman dan rileks.

Pada akhirnya, kunci utama adalah keseimbangan. Stimulasi tetap dibutuhkan untuk mendukung perkembangan bayi, tetapi harus diberikan sesuai kemampuan dan kondisi si kecil. Dengan mengenali tanda-tanda overstimulasi sejak dini, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman agar bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....