Cara Menghangatkan ASI dengan Benar, Kunci Menjaga Nutrisi dan Kesehatan Bayi
- 17 Apr 2026 11:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Menghangatkan Air Susu Ibu (ASI) tidak boleh dilakukan sembarangan. Proses yang salah, seperti menggunakan microwave atau memanaskan berulang kali, justru dapat merusak kandungan penting dalam ASI. Padahal, ASI mengandung antibodi dan enzim yang sangat dibutuhkan untuk menunjang daya tahan tubuh dan tumbuh kembang bayi.
Para ahli menyarankan cara sederhana namun aman untuk menghangatkan ASI, yaitu dengan merendam botol atau kantong ASI dalam air hangat selama 1–2 menit. Metode ini dinilai efektif menjaga kualitas nutrisi tanpa merusak kandungan alami di dalamnya. Suhu yang terlalu tinggi diketahui dapat merusak antibodi, sehingga penting untuk memastikan ASI hanya dihangatkan secukupnya. ASI sebenarnya tetap aman diberikan dalam kondisi dingin langsung dari kulkas. Namun, banyak bayi lebih nyaman mengonsumsi ASI hangat karena menyerupai suhu saat menyusu langsung dari ibu. Selain itu, proses penghangatan juga membantu menyatukan kembali lemak yang terpisah selama penyimpanan.
Untuk ASI yang disimpan di kulkas, langkah yang dianjurkan cukup mudah. ASI dikeluarkan terlebih dahulu dan didiamkan sebentar pada suhu ruang. Setelah itu, kantong atau botol ASI yang masih tertutup rapat direndam dalam air hangat, bukan air mendidih. Setelah hangat, ASI sebaiknya digoyangkan perlahan agar kandungan lemak tercampur kembali. Sebelum diberikan, ibu disarankan mengecek suhu dengan meneteskan sedikit ASI ke pergelangan tangan.
Sementara itu, ASI beku dari freezer perlu dicairkan terlebih dahulu di dalam kulkas selama semalaman. Jika dalam kondisi mendesak, ASI dapat dicairkan dengan mengalirkannya di bawah air hangat. Cara ini memang lebih cepat, namun tetap harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kontaminasi.
Penggunaan alat seperti bottle warmer juga semakin populer karena praktis. Namun, penggunaannya harus diawasi dengan ketat. Suhu ideal ASI berada di sekitar 37°C dan tidak boleh melebihi 40°C. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa alat pemanas dapat membuat suhu ASI terlalu tinggi, sehingga berisiko merusak kandungan nutrisinya.
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah larangan memanaskan ulang ASI yang sudah pernah dihangatkan. ASI yang sudah hangat sebaiknya langsung diberikan dan dihabiskan dalam waktu 1–2 jam. Jika tersisa, sebaiknya tidak digunakan kembali demi menjaga keamanan bayi dari risiko pertumbuhan bakteri.
Selain teknik penghangatan, menjaga kualitas ASI juga dimulai dari proses penyimpanan. Ibu disarankan menggunakan kantong ASI khusus yang aman, memberi label tanggal penyimpanan, serta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi steril. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum memegang ASI juga sangat penting untuk mencegah kontaminasi.
Dengan memahami cara menghangatkan ASI yang tepat, ibu dapat memastikan bahwa setiap tetes ASI yang diberikan tetap berkualitas tinggi. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang optimal si Kecil, terutama bagi ibu yang aktif dan harus menyimpan ASI untuk digunakan di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....