Imunisasi Gratis Belum Dimanfaatkan Optimal, Perlu Peran Aktif Masyarakat
- 14 Apr 2026 22:39 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Imunisasi Gratis
- Peran Aktif Masyarakat
RRI.CO.ID, Singaraja – Program imunisasi gratis yang disediakan pemerintah melalui posyandu dan puskesmas belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Padahal, layanan tersebut mudah diakses dan bertujuan melindungi generasi muda dari berbagai penyakit berbahaya.
Dokter spesialis penyakit dalam, Putu Arya Nugraha menyebutkan bahwa petugas kesehatan bahkan harus melakukan upaya jemput bola atau door to door untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi.
“Bayangkan, sesuatu yang gratis dan sangat bermanfaat justru harus dicari ke rumah-rumah. Ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, berbagai penyakit seperti hepatitis, tuberkulosis, polio, campak, dan tetanus sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi dasar lengkap yang tersedia di posyandu.
Namun demikian, masih terdapat masyarakat yang menolak imunisasi karena khawatir terhadap efek samping, seperti demam setelah vaksinasi. Menanggapi hal tersebut, Arya menegaskan bahwa reaksi ringan pasca imunisasi merupakan hal yang wajar.
“Demam itu tanda tubuh sedang membentuk antibodi. Itu justru respon yang baik, bukan sesuatu yang harus ditakuti,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan orang tua untuk mengecek kembali status imunisasi anak, terutama yang lahir pada masa pandemi COVID-19, karena banyak program vaksinasi yang sempat tertunda.
“Kalau ada yang terlewat, bisa dikejar. Datang saja ke puskesmas atau posyandu untuk mendapatkan jadwal imunisasi lanjutan,” katanya.
Arya juga menekankan pentingnya peran lintas sektor, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan kementerian terkait, dalam memberikan edukasi kepada kelompok masyarakat yang masih menolak imunisasi, termasuk yang mengaitkannya dengan keyakinan tertentu.
Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi serta mengutamakan langkah pencegahan dibandingkan pengobatan.
“Lebih baik mencegah sejak awal daripada menyesal ketika penyakit sudah terjadi. Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....