Waspadai Pneumonia pada Anak, Dokter Ungkap Gejala dan Faktor Risiko

  • 09 Apr 2026 22:32 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Pneumonia
  • Anak
  • Dokter

RRI.CO.ID, Singaraja — Pneumonia atau radang paru masih menjadi salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Dokter umum yang bertugas di layanan kesehatan, Yulia Ingriani, menjelaskan bahwa pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

“Pneumonia adalah infeksi paru atau radang paru. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur,” ucapnya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat memicu terjadinya pneumonia pada anak. Salah satu yang paling sering ditemui adalah paparan asap, terutama asap rokok.

“Asap rokok menjadi faktor risiko yang paling sering. Meski orang tua merokok di luar rumah, residu asap tetap menempel di pakaian dan tubuh, lalu bisa terpapar ke anak,” ujarnya.

Selain asap rokok, paparan asap dari pembakaran sampah, dupa, serta lingkungan rumah yang lembap dan kurang sirkulasi udara juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru.

Dari sisi gejala, Yulia menyebut terdapat tiga tanda utama atau “trias pneumonia” yang perlu diwaspadai orang tua, yaitu batuk disertai demam, napas cepat, dan sesak napas.

“Anak akan terlihat bernapas lebih cepat, bahkan bagian dada bisa tampak cekung karena kesulitan bernapas. Ini tanda yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pneumonia berbeda dengan batuk pilek biasa. Jika anak mulai menunjukkan tanda sesak atau napas cepat, orang tua disarankan segera membawa ke fasilitas kesehatan.

“Jangan menunggu sampai parah. Begitu ada batuk, pilek, dan demam, sebaiknya langsung diperiksakan, apalagi jika disertai sesak,” katanya.

Pneumonia juga bersifat menular, terutama melalui udara atau droplet saat penderita batuk dan bersin. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan etika batuk sangat penting untuk mencegah penularan.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap gejala pneumonia pada anak dan segera mengambil langkah penanganan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....