Penyakit Campak Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

  • 07 Apr 2026 05:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penyakit campak merupakan salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai oleh masyarakat karena penyebarannya sangat cepat, terutama pada anak-anak. Campak disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami gejala, cara penularan, serta langkah pencegahannya.

Secara medis, campak dikenal sebagai Measles. Penyakit ini menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus dapat menyebar dengan mudah di lingkungan padat, seperti sekolah, tempat kerja, maupun transportasi umum.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, pilek, batuk, mata merah, dan tubuh terasa lemas. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga dapat mengalami sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain.

Masyarakat perlu mewaspadai campak karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada bayi, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, diare, radang paru-paru, bahkan peradangan otak yang dapat membahayakan nyawa.

Upaya pencegahan campak dapat dilakukan melalui imunisasi. Vaksin campak terbukti efektif membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus. Selain itu, menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak langsung dengan penderita juga menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menekan penyebaran campak. Jika mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan langkah pencegahan yang baik, risiko penularan dapat diminimalkan sehingga kesehatan keluarga dan lingkungan tetap terjaga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....