Tenaga Kesehatan Ingatkan Orang Tua Dampingi Remaja Putri Hadapi Menstruasi
- 14 Mar 2026 22:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Tenaga kesehatan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi remaja putri menghadapi menstruasi pertama atau menarche. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi kunci agar remaja tidak merasa takut atau bingung saat mengalami perubahan pada masa pubertas.
Dosen Kebidanan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Nis'atul Khoiroh, mengatakan edukasi mengenai menstruasi sebaiknya sudah diberikan sebelum anak mengalami menarche. Idealnya, informasi tersebut mulai disampaikan kepada anak perempuan pada usia 8 hingga 10 tahun.
Menurutnya, orang tua terutama ibu memiliki peran penting sebagai sumber informasi utama yang dipercaya anak. Dengan komunikasi yang baik, anak dapat memahami bahwa menstruasi adalah proses alami dalam perkembangan tubuh perempuan.
“Orang tua sebaiknya menjelaskan dengan bahasa sederhana dan tidak menghakimi. Dengan begitu anak akan merasa nyaman untuk bertanya dan memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar remaja tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Informasi kesehatan sebaiknya diperoleh dari sumber yang terpercaya, seperti tenaga kesehatan atau situs resmi lembaga kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas sejumlah mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat, seperti larangan keramas atau minum minuman dingin saat menstruasi. Menurutnya, anggapan tersebut tidak memiliki dasar medis.
“Menjaga kebersihan tubuh justru penting selama menstruasi, termasuk keramas secara teratur. Tidak ada hubungan antara keramas atau minum minuman dingin dengan proses menstruasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan beberapa tanda yang perlu diwaspadai terkait menstruasi, seperti nyeri yang sangat hebat hingga mengganggu aktivitas, perdarahan yang sangat banyak, atau remaja putri yang belum mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun.
Jika kondisi tersebut terjadi, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....