Hari Jantung Sedunia: Cerdik Menjaga Jantung

  • 31 Jul 2025 14:29 WIB
  •  Singaraja

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Serangkaian Hari Jantung Sedunia 2025 yang jatuh pada 29 September, Pro 1 RRI Singaraja menghadirkan edukasi seputar pencegahan penyakit jantung bersama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Ketut Susila, SpJP, FAsCC.

dr. Susila menekankan pentingnya edukasi sejak usia sekolah. Remaja diminta mulai aktif bergerak dan menjaga pola makan untuk mencegah risiko penyakit jantung di masa depan.

“Zaman sekarang serba modern kan sekolah sudah pakai sepeda motor. Jarang gerak, walaupun jauh ya okelah pakai motor tapi setelah di sekolah diusahakan jangan mana-mana pakai motor harus jalan ya, sekolah ada olahraga sekolah kan Nah itu harus diikuti kecuali memang ada penyakit tertentu yang gak boleh. Dan Makanan sehat itu satu, usahakan porsi makannya itu adalah ya dua atau tiga porsi itu adalah kebanyakan sayur dan serat. Sayur dan serat itu yang diutamakan dulu. Kedua, nasi jangan terlalu banyak. Kemudian daging daging merah dibatasi kalau bisa ikan laut," katanya.

dr. Susila juga membagi pencegahan penyakit jantung dalam tiga tahap, yakni primer untuk orang yang masih sehat, sekunder untuk yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol, atau diabetes, dan tersier untuk yang sudah pernah mengalami serangan jantung.

Pemasangan ring jantung atau stent juga dibahas sebagai salah satu terapi medis. Meski efektif, dr. Ketut mengingatkan bahwa tindakan medis ini harus dibarengi pola hidup sehat agar hasilnya maksimal. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok, termasuk vape, sangat berkontribusi terhadap gangguan pembuluh darah.

Menutup dialog, dr. Susila mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip CERDIK:Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Hari Jantung Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa detak jantung adalah detak kehidupan. Menjaganya bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi tentang menjalani hidup yang lebih berkualitas, lebih lama, dan lebih bermakna. (RRI/Salsabil Tsabita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....